07 November 2019

Berita Golkar - Pada Pemilu 2019, Golkar Sulawesi Utara (Sulut) finis di urutan ketiga di bawah PDI Perjuangan dan Nasdem. Namun suara Golkar naik dibanding pada Pemilu 2014 lalu. Faktor Christina Eugenia Paruntu diyakini sebagai kekuatan Golkar hingga mendulang sukses pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Wakil Ketua DPD I Golkar Sulut Arther Wuwung menyebut salah satu strategi partai ini yakni banyak melakukan konsolidasi di kabupaten/kota hingga ke kecamatan. "Akar rumput senang dengan gaya kepemimpinan ibu ketua (Tetty Paruntu)," kata dia, Kamis (07/11/2019).

Baca Juga: Aburizal Bakrie Yakin Golkar Bakal Jadi Pemenang Dan Punya Capres Sendiri di Pemilu 2024

Pengamat Politik Sulut Ferry Liando mengatakan selama ini Golkar masih cenderung terpolarisasi pada tiga kekuatan besar yang dianggap masih belum saling mengisi. Kekuatan itu adalah gerbong pimpinan Tetty Paruntu, Jimmy Rimba Rogi dan Vrekee Runtu.

Masing-masing gerbong memiliki pengikut yang mengakar. Jika tiga kekuatan ini tidak menyatu maka akan menjadi ancaman serius bagi Golkar sendiri. "Tety Paruntu akan menjadi calon paripurna apabila friksi-friksi dalam Partai Golkar dapat dipersatukan kembali," kata akademisi Universitas Sam Ratulangi ini.

Tantangan terberat Golkar adalah soliditas internal. Menurutnya Golkar harus menyatukan kekuatan-kekuatannya dalam menatap Pilkada Serentak 2020. {manado.tribunnews.com}

fokus berita : #Tetty Paruntu #Arther Wuwung #Ferry Liando


Kategori Berita Golkar Lainnya