11 November 2019

Berita Golkar - Partai Golongan Karya (Golkar) mengusulkan pemilihan legislatif dan eksekutif pada 2024 terpisah. Oleh karena pemilu serentak tidak efektif dan justru menimbulkan berbagai persoalan pada tatanan implementasi.

"Nanti akan kami usulkan wacana pemisahan pemilu legislatif dan eksekutif dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) 15 November nanti," kata Ketua Harian Partai Golkar Jawa Tengah, Iqbal Wibisono, Senin (11/11).

Menurut Iqbal pemisahan tersebut penting dilakukan untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa saat hajatan pesta demokrasi pada 2019.

Baca Juga: Iqbal Wibisono Targetkan Golkar Jateng Menang 60 Persen Dari 21 Pilkada Serentak 2020

"Waktunya legislatif dulu baru eksekutif. Kami usulkan ini karena jika dibarengkan tidak efektif. Apalagi di Jateng sendiri pada 2019, banyak dari pihak penyelenggara pemilu yang meninggal atau sakit," ujar Iqbal.

Ia menyarankan agar penyelenggaraan pemilu berjalan tertib dan partisipasi masyarakat dapat meningkat dengan adanya usulan pemisahan tersebut.

"Ke depan agar hasil maksimal dan partisipasi masyarakat semakin baik, maka harus dipisah. Partai juga akan lebih fokus, bisa kampanye sendiri-sendiri. Kampanye eksekutif sendiri, legislatif sendiri. Saya kira ini harus dikaji oleh DPR bersama pemerintah," tutupnya. {www.gatra.com}

fokus berita : #Iqbal Wibisono,


Kategori Berita Golkar Lainnya