11 November 2019

Berita Golkar - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyebut posisi Kota Depok yang dekat dengan Jakarta sangat strategis. Apalagi di Depok berdiri kampus Universitas Indonesia (UI) yang oleh banyak orang dianggap sebagai simbol pendidikan tinggi di Indonesia.

”Dengan posisinya yang dekat dengan Jakarta dan kehadiran kampus UI, mestinya Depok bisa menjadi kota pusat peradaban di Indonesia,” kata Dedi pada acara tasyakuran HUT ke 55 Partai Golkar yang digelar DPD Partai Golkar Kota Depok, Sabtu (9/11/2019).

Dalam sambutannya Dedi berbicara banyak tentang Kota Depok, karena rakerda Partai Golkar Kota Depok memberi mandat kepada ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, dr.Farabi El Fouz untuk maju sebagai Walikota atau Wakil Walikota Depok periode 2021-2025.

Baca Juga: Legislator Golkar DPRD Kaltim, Mahyunadi Siap Maju Pilkada Kutim 2020

Dedi mengingatkan Farabi dan Partai Golkar berbuat banyak untuk Kota Depok. Menurut Dedi, Kota Depok harus punya identitas. Layanan publik, tata ruang kotanya harus dibenahi.

”Jadi hidup di Depok ini jangan terlalu serius, harus bisa senyum, dan tertatawa karena Kota Depok sudah terlalu macet, bangunan terlalu menumpuk, pohonnya kurang,” kata Bupati Purwakarta dua periode itu.

Dedi kemudian menyinggung soal Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya pengabdian kepada masyarakat, terutama untuk masyarakat sekitar kampus. ”Jadi perguruan tinggi yang ada di Kota Depok harus bersinergi dengan Pemerintah Kota Depok,” kata dia.

Baca Juga: Bamsoet Minta Pancasila Masuk Kurikulum Sekolah Hingga Perguruan Tinggi

Dengan kehebatan yang ada di UI, mestinya Depok menjadi kota yang hebat, kota yang beridentitas dan menjadi pusat peradaban di Indonesia. Kenapa?

”Karena di UI itu banyak orang-orang hebat. Libatkan mereka, libatkan perguruan tinggi, bagaimana membangun Kota Depok supaya lingkungannya tertata, airnya tidak tercemar, kotanya tertata, masyarakatnya merasa hidup lebih nyaman karena lingkungannya bagus,” kata Dedi.

Menurut Dedi, sebuah kota disebut sebagai kota yang religi, bukan dilihat dari tempat ibadahnya yang penuh, mesjid yang banyak, tapi bagaimana masyarakat mengimplementasikan nilai-nilai religius itu dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Sirajuddin Wahab Minta Kubu Airlangga Setop Jualan Restu Jokowi

 

”Sungai yang bersih, tidak banyak sampah, lingkungan bersih, kota tertata dengan baik, tidak ada air tercemar dan keberpihakan terhadap rakyat miskin. Itu yang religius. Bukan dilihat dari masjidnya yang penuh,” kata anggota DPR-RI itu. {depokrayanews.com}

fokus berita : #Dedi Mulyadi #Farabi Arafiq


Kategori Berita Golkar Lainnya