12 November 2019

Berita Golkar - Klarifikasi Istana melalui Juru Bicaranya, Fadjroel Rahman yang dimuat di beberapa media, mengisyaratkan bahwa Istana tidak menunjukkan keberpihakan dalam kontestasi Munas Golkar yang akan datang. Artinya, Istana tidak akan mencampuri urusan internal Partai Golkar.

Menurut Fungsionaris Golkar, Mahadi Nasution selaku pernyataan Presiden Jokowi pada perayaan HUT Golkar ke-55 beberapa waktu lalu, lebih tepatnya isyarat konsolidasi ekonomi yang dipunggawai Airlangga Hartarto yang juga menjabat Ketua Umum DPP Partai Golkar saat ini, sebagai beban berat yang harus dipanggul Partai Golkar. Butuh konsentrasi dan kehati-hatian dalam menentukan setiap langkah untuk keluar dari reses ekonomi global saat ini.

"Presiden sangat apresiasi dan berharap banyak kepada Pak Airlangga, dapat kita bayangkan bagaimana sibuknya Pak Airlangga yang harus mendampingi Pak Presiden dalam setiap kunjungan atau economy summit. Ini tugas mulia jangan diganggu”. tegas pengurus Depinas SOKSI ini.

Baca juga: Mahadi Nasution Nilai Bamsoet Miliki Kapasitas Mumpuni Pimpin Golkar

Presiden juga telah berhasil melakukan konsolidasi Politik bahwa Golkar sebagai salah satu partai koalisi harus totalitas mendukung setiap kebijakan Pemerintah yang populis. "Sinergitas politik ini tentu semakin kuat dengan dikomandoi oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo sebagai Mitra kerja Presiden, sinergitas politik ini akan semakin kuat jika Ketua MPR menjadi Nahkoda Partai Golkar 5 tahun ke depan." ungkap Mahadi.

Mahadi memaklumi terjadi bias penafsiran beberapa pihak atas perkataan Presiden Jokowi saat menghadiri HUT Golkar ke-55 yang lalu. "Kita harus memaknai pesan tersebut sebagai pesan politik untuk menentukan langkah strategis Partai Golkar 5 tahun mendatang." pungkas Mahadi. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Mahadi Nasution


Kategori Berita Golkar Lainnya