14 November 2019

Berita Golkar - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung, mengatakan Munas memilih dan menetapkan ketum partai untuk 5 tahun ke depan harus sesuai dengan AD/ART yang berlaku.

Akbar Tandung berharap agar Rapimnas dan Munas dapat berjalan tertib dan lancar. Pokok-pokok pikiran yang nanti dihasilkan oleh Munas, termasuk tema "Negara Kesejahteraan", kata Akbar, harus dapat bisa diselenggarakan dengan baik.

"Ada proses sesuai AD/ART yang mengatur soal ini, catatan saya, jika proses tidak bisa ditempuh dengan musyawarah mufakat, maka terpaksa dilakukan dengan pemungutan suara. Mekanisme itu sudah ada dan diatur," ujar Akbar Tandjung, Kamis (14/11/2019).

Baca Juga: Pengamat Ini Nilai Golkar Mundur ke Era Orde Baru Jika Paksakan Aklamasi di Munas 2019

Terkait dengan agenda-agenda politik mulai dari Pilkada 2020 hingga Pilpres 2024, kata Akbar, yang utama perlu dilakukan adalah evaluasi sistem kaderisasi. "Salah satu masukan saya tentang sistem politik pada pemilu 2024 mendatang, adalah penggunaan kembali sistem konvensi," kata Akbar Tandjung.

Karena itu, Akbar mengatakan perlu mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk menghadapi agenda-agenda politik ke depan. "Insya Allah partai kita akan menjadi pemenang," kata Akbar Tandjung.

Pilkada dan agenda-agenda politik tersebut, sambungnya, akan memperlihatkan wajah Partai Golkar kepada publik secara nasional.

Baca Juga: Aburizal Bakrie Ingin Ketum Baru Golkar Dipilih Lewat Musyawarah, Ini Alasannya

"Partai kita lahir untuk menjaga Pancasila, yang berorientasi karya-kekaryaan untuk pembangunan. Pembangunan yang diselenggarakan bertujuan sebagai pengamanan Pancasila," tuturnya. {nasional.okezone.com}

fokus berita : #Akbar Tanjung


Kategori Berita Golkar Lainnya