15 November 2019

Berita Golkar - Partai Golkar baru saja menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), Kamis (14/11/2019) di Jakarta. Rapimnas diikuti ratusan peserta yang terdiri dari unsur DPP, pimpinan dari 34 DPD Tingkat I se Indonesia, perwakilan ormas-ormas pendiri dan yang didirikan.

Rapimnas tersebut membahas beberapa agenda kepartaian, utamanya mengesahkan agenda Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang akan digelar 3 hingga 5 Desember mendatang juga di Jakarta.

Yang menarik, dalam pandangan umum dari para pemilik suara atau voter untuk Munas, pimpinan DPD Tingkat I serta elemen ormas pendiri dan yang didirikan seluruhnya meminta kesediaan petahana Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto untuk dicalonkan kembali sebagai ketua umum periode 2019-2024.

Baca Juga: Kader Golkar Cerdas dan Dewasa, Klemen Tinal Optimis Munas Berlangsung Kondusif

Airlangga Hartarto, yang baru menduduki kursi ketua umum Partai Golkar pada akhir 2017 dengan menggantikan Setya Novanto, layak untuk mengemban amanah memimpin Partai Golkar dalam lima tahun ke depan karena serangkaian keberhasilan dan prestasi sepanjang kepemimpinannya. 

Di bawah kepemimpinan Airlangga, Golkar berhasil meraih 85 kursi di DPR RI, menjadi partai dengan perolehan kursi terbesar kedua, berselisih tujuh kursi dari Gerindra yang berada di posisi ketiga dengan 78 kursi.

Selain itu, Golkar menempatkan kadernya menjadi Ketua MPR RI, Wakil Ketua DPR RI, dua Menteri Koordinator, dua Menteri dan Wakil Menteri. Wajar jika merujuk pada berbagai pencapaian tersebut kader-kader Golkar meminta kesediaan Airlangga untuk kembali memimpin partai hingga lima tahun ke depan, sebagaimana tercermin dan disampaikan melalui pandangan umum di Rapimnas.

Baca Juga: Andi Sinulingga Klaim Bamsoet Kantongi 383 Dari 560 Suara di Munas Golkar

"Berbagai keberhasilan itu tentu merupakan prestasi yang patut diapresiasi," ungkap Nurul Arifin, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jabar II, kepada wartawan Jumat (15/11).

Pernyataan Nurul Arifin, salah satu politisi perempuan senior Partai Golkar itu, sekaligus menepis anggapan bahwa Golkar minim prestasi di bawah kepemimpinan Airlangga. Menurut Nurul, jika ada pengamat yang menilai Golkar minim prestasi di bawah Airlangga, pengamat ini tidak mengamati dinamika Partai Golkar secara komprehensif.

"Di bawah kepemimpinan Pak Airlangga Hartarto yang memimpin 1,5 tahun menjelang Pemilu, Partai Golkar telah berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemenang kedua dalam Pileg 2019 ini dengan perolehan 85 kursi, nomor dua setelah PDIP," Nurul Arifin menegaskan kembali.

Baca Juga: Agung Laksono Desak Golkar Perjuangkan Kadernya Isi Pos-Pos di BUMN

"Kalau kita lihat kembali hampir semua survei oleh lembaga-lembaga survei yang ternama dan kredibel menyatakan bahwa suara untuk Golkar akan turun besar sampai satu digit, bahkan ada yang menyebut sampai dikisaran 6-9%," papar Nurul Arifin.

"Dan hampir semua survei memprediksi Golkar akan menempati urutan ketiga bahkan ada yang menyatakan bisa turun ke urutan lebih bawah lagi. Banyak pengamat menyatakan Golkar tidak akan ada di papan atas lagi tetapi akan menjadi partai menengah," tambahnya lagi.

"Hasilnya, di bawah kepemimpinan Pak Airlangga Hartarto, bisa kita lihat sendiri bahwa Partai Golkar dapat menempatkan kadernya di DPR RI terbesar kedua mengungguli Gerindra yang mencalonkan Ketua Umumnya sebagai calon Presiden," sambung mantan artis papan atas Indonesia yang kini bergabung di Komisi I DPR RI.

Baca Juga: Bamsoet Minta Demokrasi Golkar Jangan Dibunuh Dengan Pemilihan Caketum Lewat Aklamasi

"Selain itu, kita tahu bahwa sepanjang sejarah Partai Golkar pasca reformasi, di tahun 2019 ini Partai Golkar dapat memenangkan Pilpres di mana kita mendukung pasangan Jokowi-Kyai Ma’ruf. Ini tentu patut di apresiasi," ungkap Nurul.

Sebelumnya, Pengamat Politik dari Universitas Parahyangan, Bandung, Prof Asep Warlan Yusuf menyebutkan bahwa solidnya Partai Golkar saat ini tak terlepas dari kepemimpinan Airlangga Hartarto. "Pak Airlangga telah berhasil menjaga soliditas partai, menjaga konstituennya di Golkar, dan memiliki peluang untuk dipilih kembali," katanya.

Dalam penilaian Asep Warlan, keberhasilan kepemimpinan Airlangga Hartarto itu juga yang membuat Presiden Joko Widodo memberikan apresiasinya. Pujian dari Jokowi adalah bukti kuat atas keberhasilan Airlangga dalam memimpin Partai Golkar.

Baca Juga: Pengamat Ini Nilai Golkar Mundur ke Era Orde Baru Jika Paksakan Aklamasi di Munas 2019

"Sebuah apresiasi itu muncul pasti atas dasar penilaian yang obyektif, sebab jika subyektif bisa jadi bumerang bagi orang yang memberi apresiasi itu," kata Asep Warlan kepada wartawan, Senin (11/11) lalu.

Menurut Guru besar Politik Universitas Parahyangan itu, Jokowi dalam memberikan apresiasi untuk Airlangga pasti ukuran, data, dan informasi yang mendasari apresiasi itu.

"Nah pada saat Pak Jokowi memberikan apresiasi itu pastilah ada data yang akurat. Misalnya pak Airlangga telah berhasil menjaga soliditas partai, menjaga konstituennya di Golkar dan memiliki peluang untuk dipilih kembali," tandas Asep Warlan. {www.tribunnews.com}

fokus berita : #Nurul Arifin #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya