17 November 2019

Berita Golkar - Dukung pengusaha lokal kerjakan proyek IKN, Mahyudin minta Badan Otorita dipimpin Gubernur Kaltim. Dukungan agar pengusaha lokal mendapatkan porsi dalam proses pembangunan infrastruktur Ibukota Negara (IKN) semakin menguat.

Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin menyampaikan dukungan peluang dan tantangan masyarakat Kaltim terkait rencana pemindahan IKN di acara Focus Group Discussion (FGD). “Kalau saya melihat malah lebih banyak peluang daripada tantangan.

Sebab, kalau dilihat dari sisi sosiologisnya masyarakat Kaltim ini sangat heterogen. Bisa dibilang, Kaltim ini miniaturnya Indonesia,” ujarnya usai menjadi pemateri pada kegiatan yang dilaksanakan, pada Sabtu (16/11/2019), pukul 16.30 WITA, di Hotel Midtown, Samarinda.

Baca Juga: Kosgoro 1957 Dorong Percepatan Kaderisasi di Partai Golkar

“Jadi, kalau persoalan itu tidak perlu kita takutkan. Tinggal, bagaimana masyarakat Kaltim untuk menarik peluang tersebut menjadi sumber dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltim itu sendiri. Seperti halnya, bagaimana caranya pengusaha lokal untuk mendapatkan kesempatan untuk membangun infrastruktur IKN,” lanjut Mahyudin.

Untuk itu, Mahyudin mengungkapkan, wacana adanya Badan Otorita untuk proses pemindahan IKN ini harus dipimpin oleh Gubernur Kaltim. Hal tersebut dilakukan, agar pengusaha dan masyarakat Kaltim dapat memiliki kesempatan yang sama dengan pengusaha nasional lainnya untuk pembangunan IKN.

“Sebenarnya peluang untuk mendapatkan kesempatan itu terbuka lebar untuk pengusaha di Kaltim. Jangan takut untuk itu. Selama kita terus meningkatkan kapasitas dan sumber daya kita, jangan takut. Yang penting jangan KKN. Namun, akan lebih baik lagi apabila perjuangan itu dilakukan bersama-sama,” tandas Mahyudin.

Baca Juga: Soal Munas, Djafar Lubis Sebut Tak Ada Aklamasi Dalam AD/ART Golkar

Dalam kesempatan FGD tersebut pula, anggota parlemen Senayan asal Kaltim ini menyerap banyak aspirasi dari masyarakat. Dan kebanyakan, dikatakan olehnya, aspirasi masyarakat lebih menuju kepada agar jangan sampai pemindahan IKN ini menjadikan masyarakat Kaltim sebagai penonton.

“Jadi masukan yang ada ini akan menjadi bahan kajian kita untuk nantinya disampaikan kepada pemerintah. Ternyata tantangan yang besar itu SDM kaltim, yang sarjana di Kaltim ini baru 27 persen, dan SMA sederajat 90 persen. Itu menjadi tantangan kita untuk bagaimana meningkatkan SDM kita,” papar Mahyudin.

Investor Jakarta Buru Lahan di Ibu Kota Baru

Diberitakan sebelumnya, investor Jakarta buru ahan di Ibu Kota Baru. Ini dua desa di Kecamatan Sepaku yang paling diincar. Sudah tiga bulan, Presiden Joko Widodo mengumumkan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur, yakni sebagian wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Baca Juga: Hetifah Sjaifudian Harap Indonesia Bisa Juara Umum SEA Games 2019 di Filipina

Beberapa Menteri terkait, yakni Menteri ATR/BPN dan Menteri PPN/Kepala Bappenas sudah mengunjungi lokasi titik nol Ibu Kota baru yang berada di sekitar wilayah Trunen, Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara.

Lokasinya berada di lahan PT ITCI (IHM) yang merupakan lahan negara. Mendengar bocoran lokasi titik nol pembangunan pusat pemerintahan membuat warga sekitar lokasi mulai ancang-ancang untuk menjual lahan dengan harga tinggi.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah warga, Selasa (12/11) lokasi lahan yang banyak akan dijual dan menjadi incaran spekulan tanah berada di Kelurahan Pemaluan, Desa Bumi Harapan, dan Desa Telemow.

Baca Juga: Menko Airlangga Siap Getok Importir Pacul Nakal

Redaksi pun mencoba mengonfirmasi beberapa warga Desa Telemow soal warga yang mulai menjual lahan di sekitar kawasan titik nol IKN. Jumain, warga Desa Telemow mengaku sejak adanya kunjungan Menteri beberapa waktu lalu, banyak warga yang ingin menjual lahannya. Bahkan sudah ada beberapa warga yang menjual.

"Sudah ada beberapa orang yang jual lahannya, nggak cuma di Telemow. Saya dengar banyak juga yang sudah jual lahan di luar Telemow, kayak di Pemaluan sama Bumi Harapan," ujarnya.

Jumain menjelaskan, warga menjual lahannya ke orang luar daerah. Walaupun ada juga warga yang menjual lahannya ke warga PPU. Namun, kebanyakan dijual kepada orang luar.

Baca Juga: Terkait Skandal PLTU Cirebon 2, KPK Cegah Politikus Golkar Ini Ke Luar Negeri

"Saya pernah mengantar pengusaha dari Jakarta yang cari lahan puluhan hektare, tapi belum tahu jadi beli saat itu, masih tawar-menawar. Banyak memang orang dari luar yang ke sini cari lahan," ungkapnya.

Martinus, warga Desa Telemow lainnya menuturkan, kebanyakan yang mencari lahan di sekitar kawasan titik nol IKN orang dari luar PPU, bahkan banyak yang dari luar Kaltim. Selain itu, rata-rata yang mencari lahan pengusaha dari Jawa dan Jakarta. "Kebanyakan pengusaha yang cari lahan di sini, cari lahannya juga yang besar-besar," tuturnya.

Terpisah, Sekretaris Desa Telemow Munip membenarkan adanya warga yang sudah menjual lahannya untuk kepentingan IKN. Malahan lanjutnya, harga lahan di sekitar lokasi titik nol IKN sudah naik berkali-kali lipat.

Baca Juga: Maju Wakil Walikota Manado, Enda UNGU Daftar Di Partai Golkar

Ia menjelaskan, kebanyakan warga yang sudah menjual lahan berada di wilayah di Sepaku, seperti Kelurahan Pemaluan, Desa Bumi Harapan, Desa Binuang dan sebagian Desa Telemow. "Sudah banyak yang jual lahan, terutama daerah Sepaku, seperti Pemaluan, Bumi Harapan, Binuang. Sebagian juga ada di Telemow," bebernya.

Munip juga menerangkan, informasi yang ia dapat, lokasi yang paling diincar investor yakni lahan di sekitar Kelurahan Pemaluan dan Desa Bumi Harapan. "Kalau di desa saya belum ada transaksi yang skala besar, masih skala kecil saja," ujarnya.

Saat ditanya terkait pasaran harga lahan di sekitar kawasan IKN, Munip mengungkapkan harga lahan yang dijual warga bervariasi sesuai luas lahan dan lokasi lahan. Ada beberapa warga yang telah menjual lahan, namun masih skala kecil, 1-2 hektare dengan harga ratusan juta rupiah.

Baca Juga: Cari Solusi Banjir, Fraksi Golkar DPRD Simalungun Turun Langsung Ke Tanah Jawa

Ia juga menambahkan, belakangan ini saja sudah banyak pengusaha atau investor yang sering berkunjung ke desa/kelurahan sekitar kawasan IKN untuk mencari lahan. Bahkan, pernah ada pengusaha ternama dari Jakarta yang datang ke IKN mencari lahan.

"Pernah ada pengusaha terkenal bersama rombongannya ke sini menanyakan lahan," tutur Munip, namun enggan menyebut nama pengusaha ternama tersebut.

Dikemukakan, status lahan di sekitar kawasan titik nol IKN sebagian sertipikat kepemilikan lahan yang diurus melakui program PTSL. Namun kebanyakan legalitas lahan warga masih berupa segel di luar lahan yang statusnya lahan pemerintah. {kaltim.tribunnews.com}

fokus berita : #Mahyudin


Kategori Berita Golkar Lainnya