17 November 2019

Berita Golkar - Inilah Kabar baik bagi elite Partai Golongan Karya (Golkar) menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 270 daerah Indonesia, 23 September 2020 mendatang.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Airlangga Hartarto mendukung  Ketua DPD I (provinsi) dan DPD II (kabupaten/kota) se-Indonesia, termasuk Ansar Ahmad (Kepri) dan Ruslan Ali Wasyim (Kota Batam) untuk diprioritaskan maju sebagai calon kepala daerah (gubernur/wakil gubernur) dan atau Walikota/Wakil Wali Kota atau Bupati/Wakil Bupati di daerahnya.

"Kita prioritaskan bahwa ketua DPD tingkat I dan II partai itu menjadi utama diusung di Pilkada serentak dengan catatan, memiliki elektabilitas mumpuni," kata Airlangga di Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

Baca Juga: Airlangga Bakal Prioritaskan Ketua DPD Golkar Dengan Elektabilitas Tinggi di Pilkada 2020

Pernyataan Airlangga ini dikemukakan dalam rapat konsolidasi menjelang Munas DPP Golkar, yang dijadwalkan akhir tahun ini. Airlangga yang juga Menteri Koordinator Ekonomi ini meminta seluruh jajaran pengurus Golkar di tingkat provinsi ataupun kabupaten/kota membantu dan mendorong kader masing-masing untuk memenangi pilkada. 

Di Kepri, Ketua DPD I Golkar Kepri Ansar Ahmad, kini tengah menjajaki koalisi dengan partai Nasdem, Gerindra dan Demokrat. Kamis (14/11/2019) lalu, Ansar mengambil formulir calon gubernur Kepri di Partai Demokrat.

Sedangkan Ruslan Ali Wasyim, yang kini menjabat Ketua DPD II Partai Golkar Kota Batam, juga tengah menjalin komunikasi insentif dengan salah satu figur Walikota Batam dari PDI Perjuangan, Lukita Dinarsyah Tuwo.

Baca Juga: Hetifah Sjaifudian Harap Indonesia Bisa Juara Umum SEA Games 2019 di Filipina

Di Pilgub Kepri atau Pilkada Kepri, Ansar Ahmad akan bersaing dengan Soerya Respationo, Ketua DPD PDIP yang akan menggandeng Pj Gubernur Kepri. Dua saingan lainnya adalah Walikota Batam ex Officio Kepala BP Batam HM Rudi dan mantan Kepala BP Batam Ismeth Abdullah.

Rudi sejauh ini belum menentukan sikap tegas apakah tetap bertarung di Kota Batam atau di Pilgub Kepri. Dia mengambil formulir dan garap koalisi partai untuk dua level Pilkada berbeda.

Setidaknya 270 daerah yang akan menyelenggarakan pilkada serentak sehingga perlu penyiapan strategi untuk memenangi kompetisi itu. "Kita tidak akan memberatkan kader sendiri. Tidak ada mahar-maharan," tegasnya.

Baca Juga: Airlangga Disebut Miskin Prestasi Selama Pimpin Golkar, Ini Bantahan Ace Hasan

Dorong Kader Muda Berperan

Airlangga menambahkan, kaderisasi dengan memberikan kesempatan bagi generasi muda menjadi penerus partai amat penting untuk dilakukan. "Kita harus mendorong kaderisasi dan legitimasi. Kaum muda semakin berperan penting, bukan hanya di pemilu, melainkan untuk dinamika kebijakan ke depan," ujarnya.

Kondisi tersebut dibuktikan dari 10 anggota DPR termuda, tiga orang ialah kader Golkar. Hal itu wujud komitmen partai beringin untuk regenerasi kader. "Di masa mendatang, kita harus mendorong kader muda. Salah satu yang disampaikan Presiden, yakni merekrut kader milenial," tuturnya.

Politikus Golkar yang juga Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menyebut Fraksi Golkar DPR sedang mengkaji wacana tentang sistem pemilihan kepala daerah. Hal itu dilakukan dengan menimbang faktor budaya, ekonomi, dan politik melalui berbagai masukan dari kalangan intelektual dan tokoh masyarakat.

Baca Juga: Meutya Hafid Bakal Buka Kursus Politik, Ini Tujuannya

"Tentu fraksi meminta waktu untuk mengkaji dari kalangan intelektual, kalangan masyarakat. Dari segi semua faktor. Nanti kita akan lihat," tutur Azis.

Kendati demikian, ia menuturkan tidak ada catatan khusus mengenai tahapan pilkada serentak yang sudah dan sedang dilakukan. Proses tersebut diserahkan sepenuhnya kepada anggota fraksi yang bertugas di Komisi II DPR. {batam.tribunnews.com}

fokus berita : #Airlangga Hartarto #Ansar Ahmad #Ruslan Ali Wasyim


Kategori Berita Golkar Lainnya