18 November 2019

Berita Golkar - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengatakan selama dia menjabat sebagai pimpinan MPR ada lima wacana yang berkembang terkait amandemen Undang-Undang Dasar 1945.

“Pertama adalah perubahan terbatas amandemen, kedua penyempurnaan, ketiga perubahan menyeluruh, keempat kembali ke UUD yang asli, kelima tidak perlu amandemen,” ucap Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Bamsoet menyatakan, hingga sekarang lembaganya masih terus melakukan kajian dan menampung aspirasi terkait wacana untuk melakukan amandemen UUD 1945.

Baca Juga: Mahyudin Minta Badan Otorita Ibukota Baru Dipimpin Gubernur Kaltim

“Jadi sekarang masih dalam tahap menjaring aspirasi publik. Karena sampai saat ini pun ktia belum menerima adanya usulan daripada yang ingin mengubah UU atau amandemen. Belum ada satupun,” ujar Bamsoet.

Ia melanjutkan, MPR juga tengah bersafari ke partai politik untuk menjaring aspirasi. Hal itu merupakan salah satu upaya menjalankan rekomendasi yang diberikan MPR periode 2014-2019, ihwal terkait amandemen UUD 1945 dan Garis-Garis Besar Haluan Negara.

Berdasarkan rekomendasi periode lalu, dia menyebut hanya tiga partai politik yang tak terlalu setuju untuk melakukan amandemen bila hanya sekadar menghadirkan GBHN. Ketiga partai itu adalah Golkar, PKS, dan Demokrat.

Baca Juga: Jangan Hanya Megah, Bamsoet Ajak Umat Islam Ramaikan Masjid

 

Partai tersebut menilai menghadirkan GBHN hanya perlu melalui undang-undang, tak perlu melalui amandemen. “Kalau kita membaca dari rekomendasi dan keputusan periode lalu, hanya 3 partai yang tidak terlampau sreg untuk amandemen kalau hanya menghadirkan GBHN," ujarnya menjelaskan. 

"Menurut Golkar, PKS, dan Demokrat cukup melalui UU sehingga kami penting untuk bersafari kebangsaan lagi untuk menggali lebih dalam lagi apa yang kira-kira bisa kami tuntaskan dari pekerjaan rumah periode sebelumnya,” tambah Bamsoet, menutup pernyataan. {nasional.okezone.com}

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya