18 November 2019

Berita Golkar - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar di Sulawesi Utara selesai menjaring bakal calon bupati dan wali kota, Senin (18/11/2019). Beberapa figur populer masuk ‘radar’ beringin seperti Michaela Elsiana Paruntu (MEP) di Kabupaten Minahasa Selatan, Syerly Adeline Sompotan (SAS) di Kota Tomohon dan Jimmy Rimba Rogi (Imba) di Kota Manado.

Setelah Imba dan SAS, giliran MEP membuat kejutan di Minsel. Sekretariat Partai Golkar Minsel di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang Timur dipadati ratusan kader dan simpatisan. Ratusan pendukung mengantar adik Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu (Tetty) ini mendaftar sebagai bakal calon bupati Minsel periode 2021-2026.

MEP datang bersama suami James Arthur Kojongian, Wakil Ketua DPRD Sulut di sekretariat. Ia disambut Tim Seleksi Golkar Minsel Freddy Rawis Cs. Usai mengisi buku tamu, MEP kemudian diarahkan tim untuk mengisi formulir. Freddy selanjutnya membuat berita acara pendaftaran. "Berita acara ini nantinya akan dibawa ke DPP Partai Golkar," ujar Freddy.

Baca Juga: Jerry Sambuaga Yakin Airlangga Bakal Menang Aklamasi di Munas Golkar

Kata dia, DPP yang punya wewenang untuk mengusung calon pada Pilkada Serentak 2020. Untuk menentukan calon, DPP akan mencari tahu elektabilitas para calon lewat survei. "Karena survei belum jalan, silakan calon yang sudah daftar bisa bersosialisasi dengan masyarakat agar namanya bisa dikenal," ujarnya.

MEP berterima kasih kepada Golkar yang sudah menerima dia dalam pendaftaran. "Semoga apa yang kita harapkan bersama untuk Minsel yang lebih maju dan sejahtera dapat digapai," kata dia.

Micha optimistis diusung Golkar. "Saya maju karena permintaan masyarakat," ujar Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Minsel ini, Senin kemarin. Dia menilai selama dipimpin Bupati Tetty, Minsel makin maju. Dia meminta restu masyarakat agar bisa melanjutkan program yang ada.

Ditanya apa yang bakal dilakukan selama beberapa bulan ke depan untuk menaikkan elektabilitas, MEP mengatakan akan rajin turun dan bersosialisasi di tengah masyarakat. "Apalagi Golkar sudah bekerja sama dengan delapan lembaga survei nasional. Semoga ketika dilakukan survei nama saya muncul," kata Ketua Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM ini.

Baca Juga: Maju Pilgub Babel 2024, Hendra Apollo Tunggu Hasil Pilkada 2020

MEP menambahkan, dia menyerahkan ke partai soal siapa yang akan mendampinginya sebagai calon wakil bupati. Siapapun pendampingnya bisa datang dari birokrat, pengusaha dan tokoh-tokoh masyarakat. "Yang penting mereka dikenal dan dekat dengan rakyat," ujar dia. MEP adalah pendaftar kedua. Pendaftar pertama, mantan Wakil Bupati Minsel periode 2005-2010 Ventje Tuela.

DPD Golkar Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menutup penjaringan bakal calon. Tim penjaringan bakal calon Partai Golkar Boltim Hendra DJ Damopolii mengatakan, pihaknya menutup penjaringan pada Senin kemarin. "Akan ditutup hari ini (Senin) pada pukul 24.00 Wita," ucapnya.

Sejak dibuka pendaftaran pada 11 November, Golkar Boltim sudah menerima sembilan pendaftar. "Sembilan nama yang resmi memasukan formulir pendaftaran itu, tiga di antaranya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS)," ucapnya.

Baca Juga: Klaim Bamsoet Vs Klaim Airlangga di Munas Golkar

Kesembilan nama yang memasukan formulir rata-rata mendaftar untuk posisi calon bupati. DPD Golkar Boltim masih akan melaksanakan rapat internal yang melibatkan pengurus kecamatan. "Nantinya pada Desember nanti, akan ada rapat internal sekaligus mendengarkan memaparan visi misi Sembilan pendaftar," ujar Hendra.

Berikut sembilan nama yang memasukan formulir. Dari kalangan PNS ada Robbi Mamonto, Rizky Lamaluta, Uyun Kunaefi Pangalima. Dari kalangan akademisi, ada Yantje Tawas. Dari kalangan politisi misalnya Pusren Beeg (PPP), Rita Lamusu (PKS), Sumardiah Modeong (Golkar), Saptono Paputungan (Hanura) dan Rusdi Gumalangit (PAN) yang adalah Wakil Bupati Boltim.

Tak mau ketinggalan, PDIP segera buka pendaftaran calon kepala daerah. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Boltim Medy Lensun mengatakan, pihaknya membuka pendaftaran calon bupati pada Januari 2020. "Hal tersebut sesuai dengan petunjuk DPP pendaftaran dibuka pada Januari 2020," ujarnya.

Baca Juga: Iqbal Wibisono Sepakat Kepala Daerah Kembali Dipilih DPRD

Figur Oskar Manoppo kerap disebutkan sebagai calon kuat diusungan partai moncong putih tersebut. Ia menjelaskan, pihaknya tetap membuka peluang untuk calon yang hendak mendaftarkan di PDIP.

"Partai wong cilik siap membuka diri untuk siapa saja, namun tetap mengutamakan prinsip pendaftaran terbatas," ujarnya. Menurutnya, bisa lebih dari tiga nama akan dikirim ke DPP. "Kita akan lihat seberapa banyak figur yang mendaftar di PDIP nanti," ujarnya.

Ketua DPD PDIP Sulut, Olly Dondokambey memastikan PDIP sudah memiliki daftar calon untuk diusung di Pilkada Manado 2020. "Manado sudah ada (calon), cuma mau lihat dulu kesanggupan mereka," ujar Gubernur Sulut ini.

PDIP punya banyak kader. Olly mengatakan, semua punya peluang diusung. "Cuma kan namanya strategi tidak boleh dibeberkan, tidak boleh lawan tahu," kata mantan Anggota DPR RI ini. PDIP memulai penjaringan calon pada Januari 2020.

Baca Juga: Tak Ingin Ada Persaingan Tak Sehat, Rohidin Mersyah Dukung Kedua Caketum Golkar

Informasi diperoleh tribunmanado.co.id yakni Andrei Angouw Ketua DPRD Sulut. James Sumendap Bupati Minahasa Tenggara. Roy Roring Bupati Minahasa, Richard Sualang Anggota DPRD Sulut. Ada juga Aaltje Dondokambey Ketua DPRD Manado dan Hangky Arther Gerungan pengusaha Sulut.

Tak kalah panas Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2020. Pesta demokrasi ini diyakini akan jadi ajang perang parpol besar. Pengamat politik dari Universitas Sam Ratulangi, Dr Ferry Liando mengatakan, hingga kini, praktis baru PDIP yang paling siap berkompetisi pada pilgub.

Katanya, PDIP tidak akan lagi melalui mekanisme penjaringan bakal calon karena mereka sudah mantap dengan mencalonkan kembali Olly Dondokambey. Kemudian, Pak Olly sepertinya tidak lagi membutuhkan energi besar siapa calon pendampingnya.

"Sebab keeratan dan kecocokan dengan Steven Kandouw, sepertinya Pak Olly tak punya pilihan lain," ujar Ketua Jurusan Pemerintahan FISIP Unsrat Manado ini, Senin kemarin.

Baca Juga: Misbakhun Ungkap Capaian Pajak 5 Tahun Jokowi Meleset Hingga Tembus Rp.1000 Triliun

PDIP pun dianggap satu-satunya partai yang paling siap menghadapi pilkada nanti. PDIP masih dianggap sebagai parpol yang paling solid dan sangat kuat dari aspek kelembagan parpol. Namun demikian bukan berarti PDIP bukan tanpa tantangan. "Masih ada kekuatan politik lain yang dianggap mampu menyaingi kekuatan PDIP," ujar Liando.

Dibanding parpol yang lain, sepertinya Golkar yang layak ditempatkan pada posisi yang paling atas sebagai ‘pengganggu’ hegemoni PDIP. Kata Liando, jika Golkar solid, maka Golkar bisa menjadi rival yang seimbang dengan PDIP. Namun demikian hal yang harus dilakukan Golkat saat ini adalah mempersatukan kembali friksi-frikis yang masih berkecamuk dalam internal Golkar.

Gejolak elite Golkar seiring makin dekatnya Musyawarah Nasional (Munas) Golkar nanti. Hasil munas akan berimbas juga di daerah termasuk di Sulut. Itu juga pernah terjadi pada 5 tahun lalu. Imbasnya, Tetty tidak diusung Partai Golkar di Minsel tapi diusung oleh PDIP. "Peristiwa 5 tahun lalu berpotensi akan terjadi lagi. Partai Golkar Sulut harus mewaspadai ini," katanya.

Hanya saja, sejauh ini cuma untuk gambaran sementara, baru Tetty Paruntu yang dianggap sanggup mengganggu kekuatan PDIP saat ini. "Bisa jadi kekuatan akan berubah sebab pergerakan politik sangat dinamis dsn bisa berubah setiap saat. Kendatipun dalam hitungan menit," ujar Liando.

Baca Juga: Mahyudin Minta Badan Otorita Ibukota Baru Dipimpin Gubernur Kaltim

Mesin Partai, Populer dan Finansial

Alfons Kimbal, Pengamat Politik dari Unsrat mengatakan, Golkar bakal jadi lawan serius PDIP di Pilkada Serentak 2020. Persyaratannya, Golkar harus mampu, berkoalisi dengan partai politik yang besar serta mempunyai mesin partai kuat, mencari figur popularitas dan kekuatan finansial.

Jika hal itu dimiliki Golkar, maka pasti menjadi lawan serius untuk PDIP pada pilgub dan pilkada 2020. Kekuatan PDIP di delapan daerah yang melaksanakan pemilihan bakal membawa mereka menang.

Karena kekuatan PDIP berada pada birokrasi, finansial dan mesin partai tertata baik mulai dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Harus diingat lawan yang dihadapi Olly Dondokambey yang merupakan gubernur.

Baca Juga: Kader Terbaik Golkar, Afrizal Sintong Siap Maju di Pilkada Rohil 2020

Partai politik yang nantinya bakal menjadi lawan PDIP harus mempunyai strategi, agar bisa menang pada pilkada nantinya. Dari 15 kabupaten kota di Sulut, hampir sebagian besar kepala daerah berasal dari PDIP. Sedangkan Golkar hanya memiliki dua daerah Sangihe dan Minahasa Selatan (Minsel).

Ke depan, Tetty Paruntu sebagai Ketua Golkar Sulut, harus mampu melihat hal tersebut, jika ingin menang pada pilgub dan pilkada. Siapapun lawan PDIP harus all out. Sebab lawan yang dihadapi rata-rata petahana di kabupaten/kota maupun Provinsi Sulut. {manado.tribunnews.com}

fokus berita : #Michaela Elsiana Paruntu #Tetty Paruntu #Hendra DJ Damopoli


Kategori Berita Golkar Lainnya