22 November 2019

Berita Golkar - Perseteruan antara Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo dalam bursa calon ketua umum Partai Golkar bikin geli. Selain wacana panas perseteruan keduanya, muncul isu alternatif yang menggambarkan keduanya seolah berpasangan tetapi juga berseteru.

Sekjen PPK Kosgoro 1957 Sabil Rachman menyandingkan dua tokoh Golkar yakni Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo seperti Soekarno dan Hatta. Meskipun tidak sepi konflik, keduanya memelihara posisi untuk kepentingan bangsa.

“Seperti Soekarno dan Hatta yang tidak sepi konflik, bahkan ibarat dalam mobil, Soekarno melihat ke kiri dan Hatta ke kanan namun tetap memelihara posisi untuk kepentingan bangsa,” kata Sabil dalam keterangan di Jakarta, Jumat (22/11).

Baca Juga: SOKSI, FKPPI dan Pemuda Pancasila Kompak Dukung Bamsoet Jadi Caketum Golkar

Namun, sepertinya sebuah analogi yang berlebihan. Sebab, keduanya masih berebut menjadi ketua umum atau sekadar kursi dan kekuasaan. Sabil tidak menampik, keduanya memang berjuang di Golkar, tetapi untuk kepentingan bangsa juga.

Kemudian dia menyinggung komitmen Airlangga yang ingin Bamsoet hanya berkuasa di legislatif. Untuk urusan partai, biar Airlangga yang pegang. Lahirlah konsensus dan penunjukan Bamsoet sebagai Ketua MPR RI oleh Partai Golkar.

“Makna yang tidak tertulis bahwa Golkar menyandarkan harapan kepada Bamsoet untuk fokus mengemban tugas kebangsaan,” katanya.

Baca Juga: Paksakan Aklamasi di Munas, Mahyudin Sebut Kader Bisa Marah

Penunjukan itu bukan berarti Bamsoet bisa makan siang gratis. Karena dalam poltik, kata dia, tidak ada yang gratis. Menurut Sabil, pembagian peran keduanya saling mengisi satu sama lain secara sinergis.

“Bamsoet dengan pengalamannya bekerja merumuskan gagasan besar Indonesia ke depan pada panggung legislatif dan Airlangga juga dengan pengalamannya yang sangat luas pada bidangnya sebagai Menko,” kata Sabil.

Dia menyampaikan menjelang Munas Golkar, kedua tokoh itu sebaiknya bertemu. Airlangga dapat memanggil Bamsoet atau sebaliknya Bamsoet berinisiatif menemui Airlangga. Keduanya perlu mengulas komitmen yang telah disepakati keduanya. “Konsistensi untuk menjaga komitmen bagi seorang pemimpin itu sangat penting,” jelas dia.

Baca Juga: Pengamat Ini Nilai Bamsoet dan Airlangga Sama-Sama Kuat

Kesimpulannya, jelas Sabil, bahwa dalam Munas Golkar awal Desember yang akan datang, kuat keinginan untuk menyatukan dua kekuatan tokoh yang saat ini berbeda. Dengan menyatukan peran kedua figur Golkar itu, memberikan harapan politik untuk menang Pemilu 2024.

Dia ingin Airlangga menjadi dirijen partai baik sebagai Ketua Umum Golkar pada. Sementara Bamsoet memperkuatnya sebagai dirijen pada lembaga perwakilan yakni Ketua MPR. {indonesiainside.id}

fokus berita : #Sabil Rachman #Airlangga Hartarto #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya