24 November 2019

Berita Golkar - Golkar Bali setahun terakhir terus diterpa konflik internal, semenjak pengangkatan Gde Sumarjaya Linggih alias Demer sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD golkar Provinsi Bali menggantikan I Ketut Sudikerta yang ditetapkan sebagai tersangka penipuan oleh Polda Bali.

Keberadaan Demer di pucuk pimpinan Golkar Bali rupanya mendapat resistensi. Sejumlah tokoh dan Ketua DPD II Golkar di Bali terus menyuarakan Musdalub untuk memilih Ketua DPD Golkar Bali yang Definitif. DPP Golkar yang mendukung penuh Demer tak memenuhi permintaan untuk menggelar Musdalub itu.

Baca Juga: Bupati Wihaji Mulai Lirik Eduwisata Bahari Galangan Kapal Kayu

Belakangan enam ketua DPD II Golkar di Bali dicopot dari jabatannnya oleh Demer, yakni Ketua Ketua Golkar Kabupaten Badung, Bangli, Jembrana, Karangasem, Tabanan, Buleleng.

Pencopotan mereka mendapat protes keras dari loyalis para ketua DPD II Golkar tersebut. Demer terus dikecam. Kecuali Ketua Golkar Jembrana, lima ketua lainnya yang dicopot kemudian menggugat keputusan Demer ke Mahkamah Partai Golkar.

Belum lama ini Mahkamah Partai memutuskan menolak gugatan lima ketua DPD II Golkar itu. Keputusan Mahkamah Partai yang seharusnya dianggap final dan mengikat itu rupanya belum bisa diterima oleh sejumlah pendukung para penggugat tersebut.

Baca Juga: AMPG Minta Munas Golkar Tak Dikotori Intimidasi dan Politik Uang

Selain mengecam keputusan Mahkamah Partai, merek juga mengecam kepemimpinan Demer. Perkembangan terbaru, sejumlah Pengurus Desa dan pengurus Kecamatan Partai Gokar di beberapa daerah memutuskan hengkang dari Golkar.

Di tengah kondisi Golkar yang masih diterpa konflik internal, sejumlah tokoh berpengaruh di Bali malah tertarik untuk bergabung dengan Partai Golkar. Dua tokoh yang sudah bergabung dengan Golkar yakni I Made Subrata yang merupakan adik Bupati Bangli, dan Wakil bupati Karangasem I Wayan Arta Dipa.

Nama terakhir hengkang dari NasDem. Ia bergabung kembali dengan Golkar. Arta Dipa sebelumnya jadi kader Golkar tahun 1977, dan selama tiga tahun terakhir bergabung di NasDem, dan menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat DPW NasDem Provinsi Bali.

Baca Juga: Budhy Setiawan Minta Kader Golkar Kota Bogor Selalu Siap Turun ke Masyarakat

Bahkan, partai Golkar makin seksi menyambut Pilkada Karangasem. Sejumlah kandidat merapat ke Golkar untuk meminta dukungan. Sejumlah Parpol juga menjajaki koalisi dengan Golkar.

Bergabungnya tokoh tersebut ke partai Golkar Bali, ini menunjukkan kepemimpinan Demer sebagai nahkoda Golkar Bali sudah berjalan dengan baik. Ini sekaligus menepis tudingan negatif terhadap kepemimpinan Demer oleh sejumlah kader Golkar sendiri.

“Kita lihat sekarang di era kepemimpinan Plt. bapak Sumarjaya Linggih banyak tokoh, ada beberapa tokoh yang mulai merapat ke Golkar. Seperti adik dari bupati Bangli, Subrata, sudah masuk ke Golkar, sekarang wakil bupati Karangasem,” kata Bendahara DPD I Partai Golkar Provinsi I Komang Takuaki Banuartha, usai menerima Arta Dipa bergabung di Partai Golkar, Sabtu (23/11).

Baca Juga: Stevanus Vreeke Runtu Daftar Cagub Sulut di Golkar, Tetty Paruntu Kapan?

Ia mengatakan, partai Golkar terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung.  “Siapapun, silahkan kalau ingin bergabung ke partai Golkar karena kita ingin membesarkan partai ke depan. Polemik (di Golkar) banyak tapi di balik polemik banyak orang ingin masuk ke partai Golkar," ucap Komang. 

"Di sana bukan tidak berhasilnya Plt. bpk Sumarjata Linggih ini memegang Golkar, malah sebaliknya (Demer berhasil memimpin Golkar Bali, red). Kalau kita lihat, banyak tokoh yang mulai masuk kembali ke rumahnya sendiri (Golkar). Kita selalu terbuka,” pungkasnya. {balicitizen.com}

fokus berita : #Gde Sumarjaya Linggih #I Komang Takuaki


Kategori Berita Golkar Lainnya