24 November 2019

Berita Golkar - Suhu politik Partai Golkar kian memanas setelah Wakorbid Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo alias Bamsoet mengatakan bahwa Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tidak memenuhi kesepakatan.

Hal tersebut pun dibatah tegas oleh Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI, Adies Kadir. “Tuduhan atau Klaim itu tidak sesuai kesepakatan dalam pertemuan tersebut,” kata Adies dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (24/11/2019).

Adies mengatakan saat terjadinya kesepakatan, dirinya sedang bersama Agus Gumiwang yang juga mendampingi Airlangga Hartarto saat diundang salah satu ketum parpol besar yang berpengaruh, namun Adies tidak mengatakan ketum partai mana.

Baca Juga: Menpora Zainudin Amali Jamin Sirkuit MotoGP Mandalika Rampung akhir 2020

“Ketum Parpol yang juga memiliki jaringan media itu sebagai mediator pertemuan itu,” kata Adies menjawab tudingan Bambang Soesatyo soal komitmen antara dirinya dan Airlangga.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Ketua Fraksi salah satu partai besar itu, sambungnya, akhirnya datang pula Bamsoet.

“Ketua Partai dan pemilik media tadi akhirnya menjelaskan maksud undangannya mempertemukan kami dari Partai Gokar, agar menjelang pelantikan presiden semua cooling down dan agar Golkar tidak terjadi gonjang-ganjing yang di khawatirkan mempengaruhi jalannya roda pemerintahan yang baru”, kata Adies.

Baca Juga: Hetifah Dukung Mendkibud Nadiem Makarim Sederhanakan Kurikulum Pendidikan

Pertemuan itu sendiri adalah rangkaian dari beberapa pertemuan sebelumnya yang juga diikuti Adeis sebanyak dua kali. Dan akhirnya dalam pertemuan terakhir itu dicapai kesepakatan agar Airlangga Hartarto mendukung dan menugaskan Bamsoet untuk menjadi Ketua MPR.

“Itulah inti kesepakatan tersebut. Kemudian Pak Bamsoet akan mendukung Pak Airlangga Hartarto untuk menjadi Ketua Umum Golkar lagi. Ia juga langsung menelepon pendukungnya di daerah agar menghentikan konsolidasi. Semua sepakat cooling down,” ucap Adies.

Selanjutnya kesepatakan itu ditayangkan oleh stasiun televisi. Namun, Adies merasa masih mendapatkan informasi jika pendukung Bamsoet keesokan harinya masih melakukan konsolidasi ke daerah daerah. “Padahal itu hanya selang sehari saja,” kata Adies.

Baca Juga: Dedikasi Tanpa Batas, Jalan Sehat Syukuran 5M Diikuti Belasan Ribu Warga Sangatta

Setelah mencapai kata sepakat, kata Adies, melalui Agus Gumiwang, Bamsoet sempat meminta tiga nama pendukungnya untuk diperhatikan Airlangga. “Saya tidak usah sebut namanya orang-orang itu. Tapi selanjutnya ditambah satu lagi jadi empat orang agar diperhatikan oleh Ketum,” ungkap Adies.

Menurut Adies, dalam penyusunan Alat Kelengkapan Dewan di DPR RI, Airlangga juga menawarkan posisi-posisi tertentu kepada tiga nama plus satu yang diminta Bamsoet agar diperhatikan oleh Airlangga.

“Itu sudah dilakukan Pak Airlangga, bahkan salah satunya ditawari posisi yang strategis, tapi di tolak oleh yang bersangkutan. Jadi tidak benar jika Airlangga tidak memperhatikan dan menepati komitmen awal,” ucap Adies.

Baca Juga: Pilkada Karawang 2020, Dedi Mulyadi Dukung Cellica Nurrachadiana

Selain itu, semua posisi dan perubahan yang diminta oleh Bamsoet juga akan dibicarakan lagi seusai Munas Golkar. “Jadi usai Munas Golkar masih dibahas lagi dan akan dirangkul semua, karena semua adalah kader Golkar,” kata Adies.

Tentang tenaga ahli Fraksi Partai Golkar yang mendukung Bamsoet disebut diganti semena-mena juga dibantahnya. Menurut Adies, masa tugas tenaga ahli di FPG sudah habis, sama dengan anggota DPR.

“Mereka habis masa tugasnya pada 30 September 2019. Setelah itu kami melakukan perekrutan kembali, dengan membuka pendaftaran dan seleksi. Jadi tidak benar bahwa semua tenaga ahli dipecat begitu saja,” ujar Adies.

Baca Juga: Penyegaran, Tauhid Tagor Bekali Kader Golkar Kota Bogor Dengan Pendidikan Politik

“Dalam pendaftaran TA baru ini kami melakukan rangkaian tes seleksi berdasarkan beberapa hal. Misalnya proffesionalisme, pengalaman, kemudian kompetensi, track record, juga dilakukan wawancara, bahkan psikotes juga dilakukan,” imbuhnya.

Karena itu, dirinya berharap kader-kader Golkar bisa memahami kesepatan yang dibuat oleh Bamsoet dan Airlangga secara utuh, membuat suasana yang sejuk menjelang Munas dan tidak ada klaim sepihak lagi, yang akhirnya berujung kegaduhan. {waspada.co.id}

fokus berita : #Adies Kadir #Airlangga Hartarto #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya