24 November 2019

Berita Golkar - Diisukan terpental dari kandidat calon Wakil Bupati Karangasem untuk bertandem dengan calon bupati incumbent IGA Mas Sumatri, Artha Dipa malah masuk sebagai kader Golkar.

Pindah partai yang dilakukan Artha Dipa ditandai dengan penyematan jas Partai Golkar di sela-sela acara seminar Nganten Pade Gelahang dalam rangkaian HUT ke–55 Partai Golkar, di Hotel Nirmala, Jalan Mahendradatta Denpasar, Sabtu (23/11) siang.

Ada dua versi yang menyebabkan Artha Dipa masuk Golkar. Pertama, karena Artha Dipa akan dipaketkan lagi dengan Mas Sumatri. Artha Dipa akan menjadi representasi Koalisi Golkar dan NasDem di Pilkada Karangasem 2020. Versi kedua, Artha Dipa akan dijadikan Ketua DPD II Golkar Karangasem.

Baca Juga: Sejumlah Elit Politik Merapat, Demer Dinilai Berhasil Pimpin Golkar Bali

“Sudah skenario politik ini. Head to head melawan PDIP di Pilkada Karangasem. Penyematan jas dan masuk Golkar dalam acara seminar ada pesan politik. Ini hanya menumpang moment saja. Golkar selalu cerdas karena partai pengalaman bro,” ujar sumber di Golkar.

Artha Dipa pindah partai dan datang ke acara Golkar disebut-sebut difasilitasi Plt Ketua DPD II Golkar Karangasem I Gusti Ngurah Setiawan. Artha Dipa langsung dipakaikan jas kebesaran Partai Golkar dan langsung didaulat memberikan paparan di hadapan para kader Golkar Bali.

Artha Dipa ditemui NusaBali, mengatakan Golkar bukan barang baru. Dirinya di Golkar pada 1982 sebagai penataran kader. “Golkar bukan barang baru bagi saya. Saya kembali ke kandang. Ibaratnya orang Bali yang merantau ke luar rumah, kembali pulang lagi,” ujar Artha Dipa.

Baca Juga: Jangan Aklamasi, LIPI Sarankan Golkar Kedepankan Kontestasi Demokrasi Pilih Ketumnya

Dia mengatakan setelah komunikasi dengan kader Golkar, salah satunya Plt Ketua DPD II Golkar Karangasem Ngurah Setiawan, dirinya merasa cocok. “Saya memandang sisi positif untuk sama-sama membangun Karangasem bersama Golkar,” kata mantan Kepala Bappeda Kabupaten Karangasem, itu.

Artha Dipa menyebutkan dirinya gabung di Golkar bukan semata-mata urusan berebut tiket bakal calon Wakil Bupati Karangasem. “Saya belum sampai ke sana. Yang jelas saya kembali dulu ke kandang. Saya tidak bicara apakah maju sebagai calon bupati atau calon wakil bupati. Ketika sebagai kader, saya siap,” ujar Artha Dipa.

Soal kemungkinan pecah dengan Mas Sumatri di Pilkada Karangasem 2020, menurut Artha Dipa belum ada keputusan apapun. “Saya mengikuti saja dulu. Mungkin karena saya masih dianggap sebagai Wakil Bupati Karangasem oleh Bu Mas Sumatri, kita belum ada pembicaraan sampai masa jabatan habis,” tegas Artha Dipa.

Baca Juga: Disaksikan Ketum dan Ketua Fraksi Partai Besar, Adies Kadir Bongkar Kesepakatan Airlangga-Bamsoet

Artha Dipa mengatakan tidak ada masalah di Partai NasDem. Dirinya ke Golkar sebagai kader dan balik kandang ke Golkar karena dirinya merasa tepat di Golkar. “Saya tidak ada masalah di NasDem. Saya penatar di Golkar, punya sertifikat zaman Ketua Umum Golkar Pak Sudarmono,” ujarnya.

Soal Pilkada Karangasem 2020, menurut Artha Dipa, itu adalah urusan Partai Golkar nanti melakukan proses dan menjaring calon. Karena banyak calon yang layak maju di Golkar. “Soal saya di Pilkada Karangasem akan maju atau tidak, nanti lah,” ucapnya.

Sementara Bendahara DPD I Partai Golkar Bali Komang Takuaki Banuarta secara terpisah ketika dampingi Artha Dipa, mengatakan Golkar terbukti makin dicintai kadernya. Yang mantan-mantan di Golkar kembali lagi, dipersilakan. “Yang sebelumnya mungkin di birokrat atau di mana saja berkiprah, kalau kembali kami welcome,” tegas politisi asal Gianyar, ini.

Sementara atas kaburnya Artha Dipa, pihak Partai NasDem belum bisa dikonfirmasi. Ketua DPW NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa, dihubungi lewat telepon bernada mailbox. {www.nusabali.com}

fokus berita : #Artha Dipa #IGA Mas Soemantri #Ngurah Setiawan


Kategori Berita Golkar Lainnya