24 November 2019

Berita Golkar - Menjelang Munas Golkar 3-6 Desember mendatang di Jakarta, perang opini terus bermunculan. Salah satunya lewat tudingan adanya Panitia Munas yang tidak netral.

Bendahara Organizing Committee (OC) sekaligus anggota Komisi III Fraksi Partai Golkar Sari Yuliati menyatakan pembentukan Panitia Munas sudah sangat akomodatif.

“Tidak ada yang mendadak, semua penunjukkannya sudah melalui beberapa rapat pleno DPP Partai Golkar, ada tahapan yang dilalui dan semuanya sudah sesuai aturan yang ada di partai,” kata Sari Yuliati.

Baca Juga: Rapimdasus Golkar Cilegon Solid Usung Ratu Ati Marliati di Pilkada 2020

Bahkan penunjukkan Panitia Munas menurut Sari Yuliati, sudah merupakan keputusan kedua belah pihak. “Sama sekali tidak benar jika panpel hanya dari salah satu faksi saja. Anggota panitia sudah dibentuk dengan merata dari semua kelompok yang ada,” ungkap Sari Yuliati.

Menurut dia, Panitia Munas yang dibentuk saat ini sudah campuran antara berbagai kelompok yang ada. “Perlu diingat, Panitia yang ada juga harus netral dan tidak berpihak,” tutur Sari Yuliati.

Dia menegaskan, tidak ada pendekatan tertentu dalam memilih anggota panitia Munas atau pemilihan. “Mulai dari pemilihan Ketua Steering Sommittee (SC) seperti Pak Ibnu Munzir hingga penunjukkan ketua Panitia Penyelenggara Munas Pak Markus Mekeng, semua dilakukan dalam rapat pleno,” kata Sari.

Baca Juga: Disaksikan Ketum dan Ketua Fraksi Partai Besar, Adies Kadir Bongkar Kesepakatan Airlangga-Bamsoet

Bahkan nama-nama tersebut yang mengusulkan adalah orang-orang yang selama ini dikenal sebagai pihak yang berseberangan dengan Airlangga Hartarto. ”Tentu aneh jika kini ada orang yang menilai ada keberpihakan dari panitia Munas ke Airlangga Hartarto,” ucapnya.

Sari Yuliati juga menolak jika disebutkan tak ada penyampaian misi dan visi calon ketua umum kepada para anggota atau pemilik suara.

“Itu tidak benar sama sekali. Semua ada tahapan dan jadwalnya sendiri. Apalagi selama ini bakal calon yang ingin maju juga belum muncul semuanya. Selama ini yang sudah muncul hanya Pak Airlangga Hartarto sebagai ketua umum dan Pak Bambang Soesatyo,” ujar Politisi perempuan asal NTB itu.

Baca Juga: Jangan Aklamasi, LIPI Sarankan Golkar Kedepankan Kontestasi Demokrasi Pilih Ketumnya

Airlangga dipastikan oleh Sari Yuliati, tidak menggunakan kekuasaannya untuk berlaku semena-mena di Munas nanti. Sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga sudah sangat akomodatif dalam menjaring aspirasi dari berbagai Kelompok di Golkar. “Saya dengar juga ada Agun Gunanjar yang ingin maju dan begitu pula dengan pak Indra Bambang Utoyo,” tambah Sri Yuliati. {nasional.sindonews.com}

fokus berita : #Sari Yuliati


Kategori Berita Golkar Lainnya