28 November 2019

Berita Golkar - Menjelang ditabuhnya Hajatan Munas Partai Golkar pada awal Desember 2019 nanti. Kompetisi para Bakal Calon makin terlihat juga suara Para kader dan optimisme para pendukung.Tergambar dengan jelas peta dukungan daerah dan para Kandidat serta dinamika partai ini yang membedakan dengan Partai Lainnya yang cenderung sentralistik pada tokoh tertentu dan tidak lepas dari klan genetiknya.

Saya hanya berharap agar rivalitas ini tidak membelah keutuhan partai jelang Pilkada 2020 sebagaimana yang terjadi pada Pilkada 2017 dengan adanya dualisme Partai Kubu Aburizal Bakrie (ARB) dan Agung Laksono (AL) saat itu.Tentunya kita juga berharap agar para Voters dan pemilih/ pemilik hak suara tidak bermain dua kaki untuk kepentingan pragmatisme individual.

Kita pasti tidak akan menampik bahwa permainan uang untuk membeli suara tidak bisa dihindari. Hanya kita berharap agar para pemilih dan pemilik suara tidak bermain dua kaki dan mengambil kepentingan sesaat. Apalagi para Ketua DPD dominan para elit partai di daerah masing-mading baik sebagai pimpinan DPRD maupun sebagai kepala daerah.

Asumsi saya hanya akan ada 2 calon dominan berpengaruh pada voters nanti yaitu petahana Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo. Jika saya ditanya secara pribadi maka posisi Airlangga masih kuat untuk terpilih kembali meskipun suara nanti hanya terpaut tipis.

Idrus Hafid, Mantan Wakil Sekretaris Bidang Kepartaian DPD I Partai Golkar Sulawesi Tengah

fokus berita : #Airlangga Hartarto #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya