03 Desember 2019

Berita Golkar - Kabar buruk, hasil survei LSI Strategis Bupati Kutim tempati posisi kedua dikalahkan Mahyunadi. Lembaga Survei Indonesia (LSI) Strategi telah merilis hasil survei calon pemimpin Kutai Timur, yang dilakukan selama dua pekan pada Oktober 2019 lalu, yakni tanggal 16-31.

Dalam hasil survei tersebut, pasangan incumbent tidak mendapat posisi paling atas, seperti biasanya. Bupati Ismunandar mendapat posisi nomor dua dalam survei terbuka calon Bupati Kutim. Begitu juga dengan Wakil Bupati Kasmidi Bulang, yang duduk di posisi kedua dalam survei terbuka calon Wakil Bupati Kutim.

Baca Juga: Hadapi Revolusi Industri 4.0, Teti Rohatiningsih Ingatkan Pembangunan SDM Unggul

Menanggapi hal tersebut, Bupati Ismunandar mengatakan hadirnya lembaga survei yang memprediksi tingkat dukungan masyarakat dan kepopuleran calon pemimpin di suatu daerah adalah hal yang lumrah terjadi.

Namun, ia kembali melihat pada perjalanannya saat ikut bertarung dalam Pilkada Kutim 2015 lalu. Dimana posisinya tak berada di atas. Namun, pada kenyataannya, ialah yang menjadi Bupati Kutim sampai hari ini.

“Pengalaman saya, pada Pilkada 2015 lalu. Posisi saya berada jauh di bawah kandidat yang ada. Tapi saya yang terpilih jadi Bupati Kutim. Jadi hasil survei itu, bagi saya merupakan hal yang biasa jelang Pemilu. Tidak akan menurunkan semangat untuk terus melanjutkan pembangunan di Kutim dalam Pilkada 2020 mendatang,” ungkap Ismunandar.

Senada, Wabup Kasmidi Bulang juga mengatakan tidak mempermasalahkan hasil survei yang menempatkan dirinya di posisi kedua, sebagai calon Wabup Kutim dan posisi keempat sebagai calon Bupati Kutim.

Baca Juga: Ingin Bangkitkan Kejayaan Partai, Caketum Golkar Ini Identikkan Diri Dengan Spiderman

“Data survei itu baru data permulaan yang dilakukan di Bulan Oktober lalu. Tidak masalah bagi saya. Masing-masing calon berhak melakukan survei elektabilitas mereka di masyarakat. Toh, tim surveinya juga berkata, bahwa data tersebut masih bisa berubah,” ungkap Kasmidi.

Ia pun mengaku memiliki tim survei sendiri untuk memantau elektabilitas dirinya di wilayah Kutai Timur. Namun belum akan diumumkan saat ini. Karena, setiap calon memang dimintai hasil survei elektabilitas sebagai syarat untuk mendapat dukungan dari parpol yang dilamarnya.

Seperti diketahui, hasil survei LSI Strategi pada 16-31 Oktober 2019 lalu, mengatakan dalam kuisioner seandainya pemilihan langsung Kabupaten Kutai Timur dilakukan hari ini, siapa calon Bupati yang akan bapak ibu pilih?

Baca Juga: Ketua Golkar Pidie Jaya, Zulfikar Abdullah Meninggal Dunia Di Jakarta

Untuk pertanyaan tersebut, mantan Ketua DPRD Kutim yang saat ini menjabat anggota DPRD Provinsi Kaltim, Mahyunadi duduk dalam posisi pertama dengan persentasi 20,2 persen, Bupati Ismunandar di peringkat kedua dengan persentasi 11,3 persen, mantan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman di peringkat III dengan persentasi 6,3 persen dan Wabup Kasmidi Bulang di peringkat IV dengan persentasi 4 persen.

Untuk pertanyaan yang sama namun pada posisi Wakil Bupati, dukungan terbesar jatuh pada pengusaha Sangatta yang juga wajah baru dalam perpolitikan Kutim, H Kinsu, dengan persentasi 13,9 persen,

posisi kedua Wabup Kasmidi Bulang degan persentasi 8,4 persen, posisi ketiga Ordiansyah dengan persentasi 6,8 persen dan posisi keempat Agiel Suwarno dengan persentasi 4,3 persen. Hasil survei tersebut dirilis Direktur LSI Strategi, Fawzi Rachman SH di hadapan awak media di Kutai Timur, kemarin.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Nilai Airlangga Miliki Kepemimpinan Rekonsiliatif, Ini Maksudnya

Ia melakukan survei dengan metode sampling atau multistage random sampling, pada 440 responden yang ditemui secara langsung untuk diminta menjawab kuisioner. Sementara itu, gaung Pilkada Kutai Timur ( Kutim ) Kalimantan Timur, tak hanya disuarakan Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Sebagai badan penyelenggara dan pengawas penyelenggaraan Pemilu, tapi juga oleh lembaga survey. Satu di antaranya, Lembaga Survey Indonesia (LSI) Strategi. Minggu (1/12/2019) siang tadi, Fawzi Rachman SH, Direktur LSI Strategi menggelar jumpa media terkait hasil survey data awal yang dilakukan pihaknya, pada 16-31 Oktober lalu.

Hasilnya, beberapa wajah baru justru menghiasi peringkat atas calon Bupati dan Wakil Bupati Kutim, mendatang. “Survey kami lakukan dengan metode sampling atau multistage random sampling, pada 440 responden yang ditemui secara langsung untuk diminta menjawab kuisioner,” kata Fawzi.

Baca Juga: Bamsoet Ingin Satukan Kembali Ormas-Ormas Pendiri Golkar Yang Terbelah

Hasil survey ini, menurut Fawzi, sebagai jawaban tentang persepsi masyarakat Kutai Timur, jelang pasta demokrasi pada 2020 mendatang. Sekaligus pembelajaran politik agar, saat berlangsungnya pencoblosan, datang ke TPS dan tunaikan haknya.

“Sampai saat ini kami masih netral. Masih belum ada permintaan survey dari calon manapun. Kami menggelar survey untuk mengetahui persepsi masyarakat Kutim, ke depan dengan beberapa pertanyaan yang dikaitkan pada tokoh-tokoh di Kutim yang bermunculan belakangan ini dalam rangka Pilkada Kutim,” ungkap Fawzi.

Kuisioner yang sampai di masyarakat, menurut Fawzi, terkait siapa sosok yang dikenal, kepemimpinan incumbent dan realisasi janji kampanye. Di antaranya, seandainya Pilkada Kutim dilakukan saat ini, siapa calon yang akan dipilih? Realisasi janji kampanye? Hingga tingkat kepuasan kepemimpinan saat ini.

Memang ada sosok baru yang menonjol dalam survey ini. Namun, menurut kami semua kandidat punya kesempatan yang sama dan punya peluang untuk saling mengalahkan satu sama lain. Pastinya, apa yang kami lakukan untuk pembelajaran politik bagi masyarakat. Karena angka golput di Kutim ini termasuk tinggi. 51 persen.

Baca Juga: Kecewa Konflik Internal, Gus Pada Kusuma Hengkang Dari Golkar

Jadi, bagi masyarakat Kutim, kalau mau membangun daerah, datang ke TPS dan tentukan pilihan siapa yang dianggap bisa memimpin Kutim ke depan,” kata Fawzi.

Tahapan Pemenuhan Syarat perseorangan

11 Desember -5 Maret 2020 Penyerahan syarat dukungan ke KPU Kabupaten
11 Desember -14 Maret 2020 Penelitian jumlah dukungan dan sebaran
15 Maret – 28 Maret 2020 Penelitian dokumen pendukung dengan dokumen identitas
29 Maret – 11 April 2020 Analisa dukungan ganda dan cek data pendukung dalam DPT/DP4
12 April -13 April 2020 Penyampaian hasil penelitian administrasi 
27 April – 29 April 2020 Penyerahan perbaikan syarat dukungan ke KPU Kabupaten
27 April – 3 Mei 2020 Penelitian jumlah minimal perbaikan dukungan dan sebaran
11 Mei -17 Mei 2020 Analisis dukungan ganda dan cek data pendukung dalam DPT/DP4
4 Mei -10 Mei 2020 Penelitian perbaikan dokumen pendukung dengan dokumen identitas
18 Mei -25 Mei 2020 Penyampaian syarat dukungan pada PPS
19 Mei -8 Juni 2020 Penelitian faktual di tingkat desa/kelurahan
9 Juni – 11 Juni 2020 Rekapitulasi di tingkat kecamatan
12 Juni – 14 Juni 2020 Rekapitulasi di tingkat kabupaten

Baca Juga: Partai Besar, Jokowi Yakin Munas Golkar Tak Bisa Diintervensi Menteri

Inilah jadwal dan tahapan lengkap Pilkada serentak tahun 2020:

1 Oktober 2019
Penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD)

1 November 2019-22 September 2020
Sosialisasi kepada masyarakat

1 Januari-21 MAret 2020
Pembentukan PPK dan PPS

16-29 April 2020
Pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih

1 November 2019-16 September 2020
Pendaftaran pemantau pemilihan

Baca Juga: Tangerang Berduka, Tokoh Golkar Banten Ebrown Lubuk Meninggal Dunia

1 November 2019-23 Agustus 2020
- Pendaftaran pelaksana survei atau jejak pendapat
- Pendaftaran pelaksana penghitungan cepat

17 April-16 Mei 2020
Pencocokan dan penelitian daftar pemilih

14 Juni-15 Juni 2020
Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara (DPS) tingkat Provinsi

15 Juni-16 Juni 2020
Penyampaian DPS oleh KPU Kabupaten dan Kota kepada PPS melalui PPK

19 Juni-28 Juni 2020
Pengumuman dan tanggapan masyarakat terhadap DPS

24 Juni-3 Juli 2020
Perbaikan DPS oleh PPS

Baca Juga: Ini 9 Nama Kader Terbaik Yang Daftar Caketum Golkar

1 Agustus-22 September 2020
Pengumuman DPT oleh PPS

9 Desember 2019-3 Maret 2020
Penyerahan syarat dukungan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur kepada KPU Provinsi

11 Desember 2019-5 Maret 2020
Penyerahan syarat dukungan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati/Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota kepada KPU Kabupaten/Kota

16-18 Juni 2020
Masa pendaftaran pasangan calon Pilkada

8 Juli 2020
Penetapan pasangan calon setelah melakukan verifikasi, KPU akan mengumumkan penetapan pasangan calon kepala daerah

11 Juli-19 September 2020
Kampanye dan debat publik Pilkada 2020

23 September 2020
Pemungutan dan penghitungan suara di TPS

Baca Juga: Idris Laena Pastikan Wacana Presiden 3 Periode Bukan Dari Fraksi Golkar MPR

- Penetapan pasangan calon terpilih tanpa permohonan perselisihan hasil pemilihan (paling lama lima hari setelah MK secara resmi memberitahukan permohonan yang teregistrasi dalam buku registrasi perkara konstitusi kepada KPU)

- Penyelesaian pelanggaran dan sengketa hasil pemilihan (menyesuaikan dengan jadwal penyelesaian sengketa di mahkamah konstitusi)

- Penetapan pasangan calon terpilih pasca putusan MK (paling lama lima hari setelah salinan penetapan, putusan dismisal, atau putusan MK diterima oleh KPU). {kaltim.tribunnews.com}

fokus berita : #Mahyunadi #Ismunandar #Fawzi Rachman,


Kategori Berita Golkar Lainnya