03 Desember 2019

Berita Golkar - Jusuf Kalla alias JK adalah satu dari sekian banyak senior Partai Golkar. JK juga pernah menjabat sebagai ketua umum Partai Golkar.

Tidak hanya sukses di partai, JK juga punya karir cemerlang di pemerintahan. Dia pernah dua kali menjabat wakil presiden di dua periode pemerintahan. Pertama, saat berpasangan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada periode 2004-2009. Kemudian berpasangan dengan Joko Widodo pada periode 2014-2019.

Meski dipandang sebagai senior Golkar, JK mengaku dua kali pencalonannya sebagai cawapres tidak pernah mendapat dukungan partai berlambang pohon beringin itu.

Baca Juga: Hadiri Pertemuan DPD Golkar Pro Dan Diklaim Dukung Airlangga, Ini Tanggapan Aburizal Bakrie

"Saya sedikit unik, saya dua kali wapres tidak pernah didukung Golkar, Pertama Golkar dukung Wiranto, wajar saja karena konvensi. Yang kedua juga tidak didukung Golkar juga, Golkar dukung pak Prabowo kan, " ucap Jusuf Kalla diacara Diskusi, di Hotel Ambhara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/12).

Dia menambahkan, pernah sekali waktu dia didukung Golkar saat maju sebagai capres bersama Wiranto. Namun berakhir kekalahan. "Waktu saya didukung setengah hati oleh Golkar, walau satu suara tapi banyak yang setengah hati, saya malah kalah. Jadi saya tidak ada nasib didukung partai. Saya bicara bebas gini karena profesionalisme saya, bukan karena partai," ujar JK.

Baca Juga: Agung Laksono Doakan Airlangga Terpilih Jadi Ketum Golkar 2019-2024

Meski demikian, JK mengaku tetap mencintai Golkar yang menjadi pilihan politiknya. Dia juga tak berniat pindah partai meski mengakui banyak yang mengajaknya bergabung.

"Tapi saya tetap cinta pada Golkar dari awal, tidak pernah pindah. Saya masuk Golkar pengurus pertama tahun 65. Jadi ketua pemuda sekber, jadi masih 23 tahun anggota DPRD mewakili Sekber Golkar," papar JK. {www.merdeka.com}

fokus berita : #Jusuf Kalla


Kategori Berita Golkar Lainnya