07 Desember 2019

Berita Golkar - Gordah Institute Of Demokrasi and Political Education kembali menggelar kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, di Aula Hotel Dewi Asri, Sabtu (7/12).

Dengan kembali menghadirkan narasumber Anggota DPR RI Fraksi Golkar Dapil Kabupaten Garut, Kabupaten/Kota Tasikmalaya Ferdiansyah SE MM. Kali ini elemen masyarakat yang menjadi peserta sosialisasi lebih beragam, dari mulai mahasiswa, pelajar, anak pramuka, ulama, petani, buruh dan peternak.

Direktur Gordah Institute Of Demokrasi and Political Education, Arif Nurhakim MPd mengatakan, dalam penyelenggaraan sosialisasi empat pilar kebangsaan kali ini, ada sedikit berbeda.

Baca Juga: Dodi Reza Didaulat Jadi Narasumber Kehormatan Konferensi Perubahan Iklim PBB di Madrid

Peserta yang diundang, kata dia, lebih beragam. Sebelumnya didominasi oleh pelajar dan mahasiswa termasuk mojang jajaka sukapura. Kali ini Gordah, menghadirkan anak-anak pramuka, kemudian petani, buruh, ulama dan peternak. “Jadi kita menghadirkan kelompok atau eksponen baru, kalau kemarin dari mojang jajaka, sekarang lebih ke anak pramuka,” terang Arif, kepada Radar.

Alasan mengundang anak-anak Pramuka, ujar dia, karena dalam jiwa kepramukaan, banyak tertanam dan diajarkan nilai-nilai empat pilar kebangsaan. “Dan jiwa empat pilar kebangsaan dalam kepramukaan ini, harus kita sampaikan kepada masyarakat supaya bisa diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata dia.

Arif menekankan, dari materi yang disampaikan pada sosialisasi empat pilar kebangsaan ini juga lebih kepada penguatan karakter individu. “Jadi harus dibangun individu warga negara nya dulu baru akan terbentuk karakter bangsa secara keseluruhan. Maka kita bangun dulu dari individu-individunya,” tambah dia.

Baca Juga: Agun Gunandjar Minta Airlangga Amanah Dan Jaga Demokratisasi Internal Golkar

Anggota DPR RI Fraksi Golkar yang juga anggota MPR RI, Ferdiansyah SE MM mengatakan dalam penyampaian materi empat pilar kebangsaan Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, hampir sama dengan pertemuan sebelumnya.

Namun, kata Ferdiansyah, yang ditekankan sekarang kepada peserta, adalah bagaimana selain empat pilar ini dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, juga harus ada ada panutannya.

“Seperti, anggota dewan, bupati, camat, kepala desa bahkan pimpinan RT, termasuk tokoh masyarakat atau agama. Panutan ini memberikan contoh perilaku empat pilar kebangsaan, juga memberikan pembinaan,” kata dia.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Pastikan Golkar Takkan Utak-Atik UUD 1945

Ferdiansyah berharap, perilaku empat pilar kebangsaan ini yang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari bisa menjadi kebiasaan hingga menjadi budaya. “Seperti masyarakat dalam kehidupan sehari-hari punya perilaku santun, ramah, peka, berjiwa sosial, bergotong royong dan tenggang rasa itu, mencari akhirnya ke depan, jadi kebiasaan akhirnya menjadi budaya, dan ciri khas Indonesia,” ujar dia.

Dia menambahkan, semua elemen masyarakat harus tahu, bahwa wajib dan ini perintah dalam penguatan empat pilar kebangsaan ini, ada dalam TAP MPR. “Untuk memasyarakatkan empat pilar kebangsaan atau konsesus ini dalam perilaku masyarakat,” ungkap dia. {www.radartasikmalaya.com}

fokus berita : #Ferdiansyah #Arif Nurhakim


Kategori Berita Golkar Lainnya