07 Desember 2019

Berita Golkar - Pengamat politik Universitas Gajah Mada, Nyarwi Ahmad mengatakan, problem Golkar pada saat Pilpres adalah tidak adanya kader yang mampu meraup dukungan publik secara masif.

“Faktanya memang pada saat Pilpres, kader Golkar bila ditawarkan sebagai Capres, pasti dia nggak laku dimata publik. Paling bisanya hanya menjadi Cawapres saja. Itupun nantinya perolehan suara lebih ditentukan oleh figur Presidennya."

"Maka sudah saatnya Partai Golkar melakukan rebranding kader-kader yang diproyeksikan untuk calon RI 1,” kata Nyarwi dalam dalam diskusi bertema “Setelah Munas Mulus Partai Golkar” di kawasan Tanah Abang, Sabtu (7/12/2019).

Baca Juga: Mimpi Akbar Tandjung Golkar Kembali Jaya

Menurut dia, sudah saatnya Golkar menyiapkan calon pemimpin yang saat ini berusia kepala 4 (40 tahunan), belum kepala 5, untuk akif berinteraksi dan menyampaikan gagasan yang terbaik bagi publik dengan terjun langsung serta melalui media sosial.

Yang juga menjadi tantangan menurut Nyarwi adalah sikap Golkar yang pragmatis. Bisa mudah berpindah dari oposisi lalu menjadi pendukung pemerintahan. Sikap tersebut dia nilai kurang dapat diterima publik terutama kaum muda yang idealis. {celebestopnews.com}

fokus berita : #Nyarwi Ahmad


Kategori Berita Golkar Lainnya