10 Desember 2019

Berita Golkar - Golkar Bontang mencari pasangan Neni Moerniaeni untuk Pilkada 2020, 18 Desember susun tim penjaringan. Golkar Bontang jadi satu-satunya partai yang bisa mengusung bakal calon ( bacalon ) tanpa harus berkoalisi di Pilkada Bontang 2020 mendatang.

Total 5 kursi di parlemen Bontang jadi garansi partai berlambang pohon beringin tersebut usung jagoannya di Pilkada 2020 mendatang. Saat ini Golkar Bontang fokus mencari siapa pendamping paling pas bersanding dengan Neni Moerniaeni, bacalon tunggal walikota partai Golkar Bontang.

Untuk diketahui, DPD Golkar Bontang bakal menggelar Rapimda pada 18 Desember 2019. Mereka bakal menyusun tim, serta menentukan mekanisme penjaringan bacalon wakil walikota Pilkada 2020. "Pada saat yang sama (Rapimda) membentuk tim Pilkada. Kami diperintahkan untuk membuka penjaringan wakil walikota mendampingi bunda (Neni Moerniaeni)" kata Ketua Harian II Golkar Bontang, Ahram.

Baca Juga: Ratusan Kader Golkar Kawal Michaela Paruntu Daftar Pilbup Minsel di Nasdem

Ditambahkannya, direncanakan pengambilan formulir penjaringan bacalon wakil walikota dibuka selama 7 hari. Kemudian diberi tenggat waktu seminggu untuk memenuhi persyaratan dokumen sekaligus mengembalikan formulir.

"Nah, Januari diverifikasi. Selanjutnya kita bawa ke (pengurus) provinsi, dari provinsi bakal membawa ke DPP. Kita (Golkar) tidak lagi membuka pencalonan walikota. Unsurnya terpenuhi," jelasnya.

2 Jam Lakukan Pertemuan Tertutup, PKS-Gerindra Bontang Sepakat Buat Poros Baru di Pilkada 2020

Diberitakan sebelumnya, Partai Gerindra dan PKS sepakat membentuk Poros baru di gelaran Pilkada Bontang 2020 mendatang. Usai 2 pucuk pimpinan tertinggi partai melakukan pertemuan serius dengan membawa jajaran pengurus masing-masing, Senin (9/12/2019) di ruang pertemuan Hotel Sintuk Bontang, Kalimantan Timur.

Baca Juga: Reses di Amurang, James Kojongian Janjikan Pelebaran Jalan dari Minsel ke Mitra

Pembicaraan tersebut digelar tertutup. Awak media yang sebelumnya berada di dalam ruang pertemuan diminta untuk keluar. Sekitar 2 jam dari pukul 16.00 Wita, pintu ruang pertemuan tersebut akhirnya terbuka.

Dalam kesempatan pertama Ketua DPD PKS Bontang, Muhammad Haris Anshori mengungkapkan selain agenda pengembalian formulir Agus Haris dalam penjaringan bacalon PKS Pilkada Bontang 2020, juga dilakukan pembahasan soal koalisi antara PKS dan Gerindra. "Yang kita bangun, PKS dan Gerindra bukan sekutu, tapi segajah," sumbarnya.

Total 6 kursi bila Gerindra-PKS kompak berkoalisi sudah cukup bagi mereka mendapat tiket sebagai peserta Pilkada Bontang 2020 mendatang. Bahkan ia mengklaim pembicaraan tentang arah koalisi sudah jauh hari dilakukan antar kedua belah pihak.

Baca Juga: Rudy Mas’ud Protes Masyarakat Kaltim Masih Kesulitan Peroleh BBM

"PKS-Gerindra sudah komunikaai sudah lama, sebelum pelantikan ( DPRD Bontang ) kita berkomunikasi bagaimana Bontang ke depan. Ini bagian dari salah satu puncaknya," bebernya.

Haris Anshori pun tak ragu memuji rekan sejawatnya, Ketua DPC Gerindra Bontang, Agus Haris sebagai sosok yang berani. Dalam hitungan hari sejak mengambil formulir di PKS, Senin (9/12/2019) ia langsung mengembalikan dokumen.

"Rasanya cukup membangun Poros baru. Memungkinkan terjadinya koalisi, PKS dan Gerindra sangat mungkin. Kita melihat masyarakat Bontang menginginkan orang-orang dengan wajah berbeda. Pak Agus Haris termasuk memiliki wajah yang berbeda dari sebelumnya (2 Poros bacalon petahana)," ujarnya.

Baca Juga: Usulan Jaro Ade Minta Moratorium DOB Dicabut Diakomodir DPP Golkar

Sementara Ketua DPC Gerindra Bontang, Agus Haris SH menegaskan bahwa pertemuan PKS-Gerindra yang mereka lakukan masuk pada tahapan serius. Bisa dikatakan wacana koalisi antar kedua partai tersebut tak main-main.

"Hari ini memang masuk ke tahapan serius. Karena selama ini diskusi, baru hari ini kami menseriusi. Lebih serius. Serius ini membicarakan alternatif Poros baru," tambahnya, saat redaksi mencoba mencari penegasan dari pernyataan Haris yang juga Wakil Ketua DPRD Bontang.

Kendati tak ada jaminan kedua partai tersebut langgeng berkoalisi hingga masa pendaftaran bacalon Pilkada Juni 2020 mendatang, namun Haris mengatakan bahwa mereka sudah memiliki kesepahaman yang sama.

Baca Juga: Idris Laena Dukung Sikap Jokowi Tolak Amandemen UUD 1945

"Tak ada syarat. Kita (PKS-Gerindra) menempatkan kepentingan masyarakat, itu jadi Kesepahaman kami. Soal Poros baru? Inilah kami diskusikan hari ini, karena kami harus mengukur diri terlebih dahulu. Makanya kami memperdalam diskusi," ungkapnya.

Kedua belah pihak sepakat mengawal keputusan politik soal Poros baru di Pilkada Bontang sampai kepada pengurus tingkat provinsi hingga pusat. "Tinggal apa yang kami diskusikan kami bawa ke pengurus wilayah dan DPP. Jangan sampai jadi formalitas," ujarnya.

Untuk diketahui sampai saat ini pasangan yang resmi mendeklarasikan bertarung di Pilkada Bontang yakni Adi Darma (mantan walikota)- Basri Rase (wakil walikota). Sementara Poros lainnya dipegang Walikota Bontang, Neni Moerniaeni yang dikabarkan diusung sebagai calon tunggal bacalon Walikota partai Golkar Bontang.

Hingga saat ini Neni Moerniaeni belum memiliki pasangan. Kabar yang beredar partai Golkar bakal membuka penjaringan khusus buat bacalom wakil walikota. {kaltim.tribunnews.com}

fokus berita : #Neni Moerniaeni #Ahram


Kategori Berita Golkar Lainnya