11 Desember 2019

Berita Golkar - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyambut baik terpilihnya Indonesia sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB 2020-2022. Bamsoet mengingatkan pemerintah dan aparat keamanan bahwa mereka tak boleh semena-mena kepada rakyat.

"Reformasi menjamin kebebasan sipil sehingga siapa pun bisa bersuara tentang apa pun. Di samping juga menjamin hak-hak minoritas sebagai bagian dari warga negara Indonesia. Pemerintah maupun aparat tak bisa semena-mena terhadap rakyat," kata Bamsoet menyambut Hari HAM Internasional di Jakarta, Selasa (10/2019).

Baca Juga: Bamsoet Pastikan Indonesia Bakal Terus Perjuangkan Penegakan HAM di Dunia

Bamsoet mengatakan, pada Hari HAM Internasional ini, kasus pelanggaran HAM, seperti Tragedi Trisakti, kembali menyeruak. Karena itu, dia mengapresiasi inisiatif pemerintah yang menggagas RUU tentang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR).

"Agar tak menjadi bayang-bayang sekaligus menyelesaikan berbagai luka di masa Kemenko Polhukam telah menggagas kembali RUU KKR. Legislatif tentu menyambut baik, tinggal kita lihat bagaimana realisasinya," ujar Bamsoet.

Terkait terpilihnya Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB, Bamsoet menilai capaian tersebut sebagai bukti pengakuan dunia internasional kepada Indonesia. Politikus Partai Golkar itu mengaku tidak heran dengan raihan tersebut.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Tunjuk Bambang Soesatyo Jadi Waketum DPP Partai Golkar

"Indonesia selalu vokal dalam menyuarakan pembelaan terhadap etnis Rohingnya maupun Palestina. Dari mulai legislatif dan eksekutif, di setiap momen pertemuan internasional selalu menyuarakan pentingnya penghormatan terhadap manusia dengan cara memanusiakan manusia," ungkap Bamsoet. 

"Peran Indonesia ini sudah diakui dunia, sehingga tak heran jika terpilih menjadi anggota Dewan HAM PBB periode 2020-2022," pungkasnya. {news.detik.com}

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya