11 Desember 2019

Berita Golkar - Menpora Zainudin Amali tetap bersyukur atas pencapaian kontingen Indonesia di SEA Games 2019. Sampai hari terakhir, Indonesia berada di urutan empat dengan raihan 72 medali emas, 84 perak dan 110 perunggu.

Dua Emas terakhir Indonesia disumbang Muhammad Ariq Noor dari cabang olahraga Jiujitsu putra 120kg dan timnas voli putra Indonesia pada Selasa 10 Desember. Sementara itu, timnas U-23 gagal menyumbang emas dari cabor sepak bola.

Baca Juga: Hetifah Bangga Perjuangan Timnas U-23 Indonesia Hingga Ke Final SEA Games 2019

Zainudin menjelaskan, dirinya sadar betul bahwa bukan tugas mudah untuk finis di urutan dua. Sebab, pencapaian kontingen Indonesia di SEA Games 2017 Malaysia hanya finis di urutan lima dengan koleksi 38 emas. Oleh karena itu, dia tetap bersyukur dengan prestasi di Filipina.

"Hasil akhir kita mencapai 72 medali emas dan patut kita syukuri. Memang sangat disayangkan karena kesalipnya itu di tiga cabor yang Vietnam dan Thailand ikuti, sedangkan kita tidak. Jadi sebenarnya kita cukup berpotensi," kata Zainudin di kawasan Stadion Rizal Memorial.

"Kemudian, hoki, tenis meja dan ada cabor yang kita belum punya federasinya. Di situlah, Vietnam dan Thailand mendulang emas karena kita memang tidak ikut bertanding," sambung Zainudin.

Baca Juga: Zainudin Amali Janjikan Bonus Atlet SEA Games 2019 Segera Cair

Zainudin juga menyayangkan ada beberapa cabor yang seharusnya bisa mengirim atlet, tapi jadi tidak bisa ikut karena ada masalah internal. Dia langsung menginstruksikan KONI untuk menuntaskan persoalan tersebut.

"Saya kira ini menjadi evaluasi, terutama dari cabor yang harusnya kita bisa ikuti, karena ada masalah internal, ini harus segera dibereskan. Ada 38 medali ada di cabor tersebut, tapi kita tidak bisa ikut dari tiga cabang itu. Sementara Vietnam dan Thailand bisa ikut," pungkas politikus Golkar itu. {www.medcom.id}

fokus berita : #Zainuddin Amali


Kategori Berita Golkar Lainnya