12 Desember 2019

Berita Golkar - Tim penjaringan bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Berau, kembali menerima dua pengembalian formulir dari dua bakal calon, Rabu (11/12).

Diawali dengan kedatangan Gamalis dan relawannya, sekira pukul 09.00 Wita. Disusul dengan kedatangan Seri Marawiyah yang juga didampingi relawannya, pada pukul 10.00 Wita. Ketua Tim Penjaringan DPD Golkar Berau Ibrahim mengatakan, hingga kemarin sudah tiga balon yang mengembalikan formulir pendaftaran ke pihaknya.

Sementara Seri Marawiyah yang diwawancarai usai mengembalikan formulir menjelaskan, keputusannya untuk mencoba peruntungan maju sebagai bakal calon dari Golkar, didasari karena besarnya dorongan masyarakat. Khususnya dari 10 Pengurus Tingkat Kecamatan (PTK) Golkar Berau, yang telah menyampaikan dukungan resmi secara tertulis kepadanya.

Baca Juga: Elektabilitas Tinggi, Golkar Riau Pasti Keluarkan Rekomendasi Pilkada 2020 Tanpa Mahar

“Karena Golkar memang membuka kesempatan bagi para kadernya yang memilik potensi untuk maju. Nantinya tetap partai yang akan menentukan, siapa yang bakal mendapat rekomendasi untuk bertarung di pilkada,” ujar istri Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK tersebut.

Sebenarnya, ujar dia, dorongan agar dirinya maju di Pilkada Berau sudah disuarakan masyarakat dan kader Golkar sejak Pilkada Berau 2015 lalu. Namun saat itu, dirinya belum bisa memenuhi keinginan masyarakat yang menjadi relawannya.

Makanya, pada pilkada tahun depan, dirinya tidak ingin mengecewakan relawannya untuk kedua kali, apalagi restu dari suami untuk maju sebagai balon bupati juga sudah dikantongi. “Tahun 2015, bapak (Makmur HAPK) memang kurang setuju. Tetapi tahun ini bapak sudah merestui dan mendukung saya untuk maju karena ada dorongan dari 10 PTK,” ungkapnya.

Baca Juga: Kader Ingin Maju Pilkada 2020, Sarmuji Pastikan Golkar Jambi Segera Buka Penjaringan

Seri Marawiyah menambahkan, beberapa figur yang digadang-gadang akan maju di pesta demokrasi tahun depan, telah membangun komunikasi politik dengannya. “Tetapi masih sebatas lisan,” bebernya.

Ditanya mengenai kriteria calon pendampingnya di Pilkada Berau 2020? Seri memberikan sedikit bocoran. “Yang pasti laki-laki, serta memahami tentang ilmu pemerintahan. Tapi keputusannya kembali ke DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Golkar. Sebagai kader, kami akan mengikuti mekanisme partai,” pungkasnya.

Sementara bagi Gamalis, pengembalian formulir yang dilakukannya, diharapkan mendapat respons positif dari Partai Golkar.

Baca Juga: Jelang Pilkada 2020, Golkar se-Bali Mulai Buka Penjaringan

Makanya Gamalis yang diantar ketua dan pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Berau, tidak ingin memaksakan diri untuk berebut kursi balon bupati di penjaringan Partai Golkar. “Untuk penempatan, kami serahkan kepada partai saja. Mau diusung menjadi calon bupati, saya siap. Jika dijadikan wakil, juga siap,” ujarnya. {berau.prokal.co}

fokus berita : #Seri Marawiyah #Ibrahim #Gamalis


Kategori Berita Golkar Lainnya