13 Desember 2019

Berita Golkar - Anggota Komisi VI DPR Bambang Patijaya meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) turun tangan terkait penurunan harga jual lada. Penurunan harga disebut tak masuk akal dan merugikan petani.

"Ketika barang-barang komoditas itu turun, mereka harus koordinasi apa yang menjadi permasalah, harus dicari solusinya," kata Bambang di Kompleks Parlemen Jakarta, Kamis, 12 Desember 2019.

Menurut Bambang, harga lada Indonesia pernah berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram. Namun, saat ini hanya berkisar Rp47 ribu per kilogram. "Jadi, pedasnya lada tak sepedas harga jual," ucap politikus Partai Golkar itu.

Baca Juga: Bambang Heri Purnama Minta Asupan Gizi dan Kebutuhan Nutrisi Marinir Ditingkatkan

Bambang menilai Kemendag tidak berbuat banyak terkait penurunan harga lada. Pemerintah disebut hanya mencatat penurunan harga, tanpa memberikan solusi. "Jadi ini dong, jangan hanya jadi tukang catat," ungkapnya.

Bambang menduga turunya harga lada Indonesia karena masuknya lada dari Vietnam. Masuknya lada Vietnam disebut merusak harga lada di Indonesia menjadi lebih murah. "Jadi ada indikasi ada harga lada Vietnam yang murah. Sehingga yang mengacurkan harga lada kita," tuturnya.‎

Kemendag diminta segera mencari solusi dan memikirkan nasib para petani lada. Utamanya, kata dia, petani di Bangka Belitung yang paling terkena imbas merosotnya harga lada.‎ "Jadi kita ingin ada campur tangan pemerintah secepatnya," pungkasnya. {www.medcom.id}

fokus berita : #Bambang Patijaya


Kategori Berita Golkar Lainnya