14 Desember 2019

Berita Golkar - Peringati Hari Nusantara, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tekankan pentingnya pengembangan daerah untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menegaskan sebagai negara kepulauan, Indonesia memandang laut sebagai sumber daya yang potensial dan unsur perekat bangsa.

Dia mengungkapkan guna mempertebal semangat kebhinekaan sekaligus melaksanakan pembangunan Nusantara dalam mengelola wilayah maritim, pesisir hingga perbatasan dan pulau-pulau terluar, Pemerintah telah menetapkan tanggal 13 Desember sebagai puncak Peringatan Hari Nusantara, sebagai bagian dalam upaya menjaga kedaulatan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga: UNESCO Akui Pencak Silat, Menpora Zainudin Amali Siap Lindungi Dari Klaim Negara Lain

“Peringatan Hari Nusantara merupakan sarana penguat Wawasan Nusantara, sekaligus sarana pengembangan potensi daerah agar menjadi destinasi pariwisata berskala nasional maupun internasional”, ujarnya, Sabtu (14/12/2019).

Peringatan Hari Nusantara diharapkan dapat melahirkan kembali semangat, kekuatan, dan kekompakan bangsa untuk maju. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Kota Pariaman pun dapat mengembangkan potensi ekonomi, khususnya potensi pariwisata di Kota Pariaman dan Sumatera Barat sebagai satu kesatuan yang utuh.

Menurutnya, pemerintah telah memberikan perhatian besar bagi kesejahteraan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, pulau-pulau terluar dan terpencil melalui konsep Pembangunan Indonesia Sentris.

Baca Juga: Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Asal NTT Yang Terlantar di Bandara Dubai

Konsep ini mendorong agar rakyat Indonesia yang berada di pinggiran, kawasan perbatasan, pulau-pulau terdepan, dan kawasan terisolir merasakan hadirnya negara, merasakan buah pembangunan dan merasa bangga menjadi warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Untuk mewujudkan hal itu kita harus fokus pada dua agenda prioritas utama yakni pembangunan Sumber Daya Manusia dan infrastruktur dalam lima tahun ke depan, hingga tahun 2024”, ujar Menko Airlangga.

Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dilakukan dengan melakukan penguatan lembaga pendidikan dan lembaga pelatihan, pemanfaatan teknologi informasi, inovasi, dan kreativitas, agar menghasilkan SDM unggul yang berhati Indonesia dan berideologi Pancasila.

Baca Juga: Tetty Paruntu Ajukan Konsep Pembangunan Amurang Joyful Port

Pemerintah juga melakukan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan hingga di pulau-pulau terluar, serta mendorong link and match dunia pendidikan dengan dunia kerja.

“Selain membangun SDM, pembangunan infrastruktur juga dilanjutkan untuk menghubungkan kawasan produksi dan kawasan distribusi, meningkatkan konektivitas dan akses ke kawasan wisata, kawasan industri dan kawasan produktif lainnya, termasuk sentra-sentra maritim seperti pelabuhan ikan, pelabuhan kontainer maupun pelabuhan penyeberangan”, tegas Airlangga.

Dia menambahkan, infrastruktur lain yang turut menjadi prioritas untuk dibangun antara lain pembangunan jalan akses pelabuhan, peningkatan kualitas kawasan permukiman nelayan, pembangunan rumah khusus dan rumah susun nelayan, serta bangunan pengaman pantai dan memperluas jaringan irigasi tambak.

Baca Juga: Golkar Jateng Beri Kaum Milenial Pendidikan Politik dan Wawasan Kebangsaan

Pemerintah juga terus berkomitmen untuk mempercepat pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sebagai pusat pertumbuhan maritim, seperti Labuan Bajo, Likupang-Manado, Mandalika dan Morotai.

“Ïni semua merupakan upaya Pemerintah meningkatkan daya saing, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan devisa melalui penciptaan event-event dan destinasi pariwisata berkelas dunia yang mampu menarik wisatawan asing maupun domestik,” urainya. {ekonomi.bisnis.com}

fokus berita : #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya