17 Desember 2019

Berita Golkar - Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan yang punya potensi sawit besar dan menjadi penyumbang produk ekspor di Indonesia, dukung penuh Republik Indonesia yang melakukan protes larangan ekspor sawit.

Dukungan ini terkait Indonesia melalui Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa, Swiss, akhirnya secara resmi mengajukan gugatan terhadap Uni Eropa (UE) ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO), terkait tata niaga kelapa sawit.

Gugatan diajukan atas kebijakan Renewable Energy Directive (RED) II dan Delegated Regulation yang dikeluarkan UE. Kebijakan-kebijakan tersebut dianggap mendiskriminasi produk kelapa sawit dan turunannya asal Indonesia.

Baca Juga: Upaya Serius Dodi Reza Alex Penuhi Hak Penyandang Disabilitas di Muba Patut Diapresiasi

Bupati Muba Dodi Reza Alex bilang Muba memiliki lahan sawit sangat luas dan tercatat sebagai pelopor peremajaan sawit di Indonesia. Selain itu, Muba menjadi contoh program peremajaan kebun (Replanting) kelapa sawit.

"Muba melalui pendanaan langsung dari pemerintah pusat menjadi contoh program peremajaan sawit, untuk tahap awal 4.446 hektare kebun kelapa sawit masyarakat," dan sekarang mencapai lebih kurang mencapai 12.000 Ha," kata Dodi.

Pada kondisi ini, pihaknya tidak bisa menerima apabila Indonesia mendapat tuduhan dari UE atas produk biodiesel dan fatty alcohol.

Baca Juga: Hanya Untung Jangka Pendek, Dedi Mulyadi Tolak Kebijakan Ekspor Benih Lobster

 

Pada arena konferensi Minyak Sawit Eropa (European Palm Oil Conference,) EPOC 2018, Madrid Spanyol, Dodi meyakinkan pihak swasta industri sawit dunia, pemerintah Eropa serta para pakar minyak sawit dunia. “Dunia harus tahu industri sawit Indonesia ramah lingkungan dan berkelanjutan,” terang Dodi

Menurut Dodi Reza Alex, konferensi ini menghadirkan Yayasan Spanyol tentang Minyak Sawit Berkelanjutan, proyek Minyak Sawit Berkelanjutan Eropa, dan sejalan dengan Inisiatif Nasional Eropa untuk Minyak Sawit Berkelanjutan, Negara Penghasil Minyak Sawit dan ‘Deklarasi Amsterdam Group.

Pihak paling kompeten dalam industri sawit Eropa ini fokus dalam mendukung rantai suplai minyak sawit berkelanjutan sepenuhnya pada tahun 2020.

Baca Juga: Ahmad Doli Kurnia Minta PPATK Ungkap Oknum Kepala Daerah Yang Cuci Uang di Kasino

Dodi mengatakan, Ketua GAPKI Pusat Bidang Tenaga Kerja Sumarjono Saragih juga telah mengkampanyekan hal ini di Italia, awal Desember 2019. Sebuah negara Uni Eropa yang tak ramah sawit. Sumarjono bicara soal buruh sawit Indonesia.

Ia hadir sebagai wakil sawit Indonesia bersama 5 panelis lain dari berbagai negara. Kesempatan penting ini dipakai Sumarjono sebagai promosi paling manjur di kancah dunia. "Ini stigma buruk akibat kampanye negatif dan hitam harus di-counter. Dan dunia harus tahu ada banyak hal baik yang sudah dicapai," katanya.

Untuk diketahui, tuduhan UE dan masyarakat global atas sawit kita cukup banyak. Lingkungan, kesehatan, sosial dan manusia. Pada aspek manusia kita dituduh melakukan praktek yang jauh dari kerja layak atau 'decent work' yang sudah menjadi acuan global (ILO/PBB).

Baca Juga: Ahmad Doli Kurnia Ingatkan ASN di Depok Jaga Netralitas di Pilkada 2020

"Merubah wajah sawit Indonesia perlu upaya gotong royong. Perbaikan dalam negeri dan diplomasi global. Anda tertarik menjadi bagian kerja besar ini? Ini urusan menyelamatkan 16.2 juta manusia yang hidup dari sawit. Juga menjaga industri sawit yang 'terlanjur' jantung ekonomi dan devisa negara," tutup Sumarjono. {kumparan.com}

fokus berita : #Dodi Reza Alex Noerdin #Sumarjono Saragih


Kategori Berita Golkar Lainnya