17 Desember 2019

Berita Golkar - Mantan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bengkulu yang juga mantan ketua penjaringan pilkada, Frentindo, ST ditunjuk menjadi Direktur Utama perusahaan daerah PT Bimex Bengkulu. Selain Frentindo, ada juga Handiro Efriawan yang ditunjuk sebagai Direktur Umum dan Keuangan PT Bimex Bengkulu.

Sedangkan mantan pengurus Golkar lainnya yakni Elfy Hamidi Marah Sudin ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pengawas sekaligus anggota PT Bimex Bengkulu. Selain Elfy, Dewan Pengawas juga diisi oleh Bismalinda sebagai anggota.

Untuk Frentindo, Handiro dan Elfy Hamidi, ketiganya pernah aktif di pengurus Golkar Provinsi Bengkulu. Untuk Handiro Efriawan, sebelumnya juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Bidang Penyelisihan Sengketa pada Komisi Informasi Provinsi Bengkulu sedangkan Elfy Hamidi sebelumnya menjabat sebagai Waka III DPRD Provinsi Bengkulu dan gagal melaju sebagai anggota DPD RI pemilu 2019 lalu.

Baca Juga: Agar Sehat dan Cerdas, Jamaludin Ajak Warga Kelapa Dua Wetan Rajin Makan Ikan

Sedangkan Bismalinda sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu. Mereka para pengurus perusahaan daerah PT Bimex Bengkulu resmi dilantik oleh Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah, MMA pada Selasa (17/12/2019) di ruang pola Bappeda Provinsi Bengkulu.

Gubernur mengatakan, saat ini Provinsi Bengkulu memiliki 3 perusahaan daerah diantaranya, PT Bimex, PT Bengkulu Mandiri dan PT Bank Bengkulu. Badan Usaha Milik Daerah ini diharapkan dapat mengenjot perekonomian dibidang sektor usaha yang ada. Rohidin menerangkan selama ini BUMD yang baru dapat laba bersih daerah hanya Bank Bengkulu.

"Bengkulu memiliki 3 perusahaan, diharapkan dapat mendorong sektor perekonomiam daerah. Pelantikan ini dapat memulai portofolio bisnis yang ada. Sesuai dengan kewewenangan serta kebutuhan yang ada," ujarnya. 

Baca Juga: Bamsoet Ajak FOR Papua Perkuat MPR Sebagai Rumah Kebangsaan

"Kita meminta agar mereka ini dapat bergerak untuk memenuhi Pemerintah Daerah seperti membuat baliho serta cetak spanduk. Tinggal dibuat kerjasama dengan pembayaran yang pasti. Maka kita ketahui kebutuhan pemerintah daerah maka banyak yang bisa dikerjakan. Maka proses tersebut harus bertahap," tambahnya lagi.

Selain itu Gubernur meminta agar melakukan kerjasama dengan perusahaan besar baik berstatus negeri maupun swasta yang ada di daerah, bahkan menurutnya BUMD dapat mengelola juga potensi tambang.

Ia menegaskan perusahaan daerah tidak hanya memikirkan kebutuhan modal namun harus memperbaiki internal dalam perusahaan tersebut. Dikarenakan menurut Gubernur Bengkulu, banyak aset daerah yang saat ini perlu didorong untuk menambah PAD yang ada seperti Lapangan Merdeka atau View Tower kemudian Gedung Balai Buntar.

Baca Juga: Dodi Reza Alex Tegaskan Muba Dukung Penuh Indonesia Protes Larangan Ekspor Sawit

"Seperti ada potensi kopi di Bengkulu ini harus digali. Hanya saja perlu komitmen bersama dengan pengelolaan yang secara benar. Maka dari itu harus dibutuhkan keseriusan dan komitmen bersama dengan jajaran direksi yang ada, jangan menanyakan modal dahulu kalau begitu sama saja dengan perusahaan swasta," tegasnya.

Rohidin pun menyinggung perusahaan daerah yang saat ini masih berstatus bermasalah hukum. Bahkan aset keuangan mencapai puluhan miliaran rupiah. "BUMD yang tidak masalah saja sudah syukur, maka tidak perlu ada target," ungkap Rohidin. 

"Seperti Perusahaan Bengkulu Mandiri yang saat ini bermasalah, puluhan miliar uang disana yang masih status permasalahan hukum semua. Maka jangan bicara modal dahulu, maka harus membenahi internalnya dahulu maka dapat berjalan dengan baik," lanjutnya.

Baca Juga: Ini 7 Jurus Andalan Airlangga Hartarto Tangkal Neraca Dagang Tekor

Sementara itu, Elfi Hamdy mengatakan, dirinya belum dapat menargetkan rencana kerja yang akan dilakukan karena baru dilantik. Namun setelah ini awal tahun 2020 mendatang pihaknya akan mulai menyusun rencana kerja yang memang diperlukan untuk mendorong pendapatan daerah. Terutama Provinsi Bengkulu memiliki banyak aset daerah yang harus dapat dimanfaatkan.

"Karena selama ini kita lihat harus perlu ada yang dikembangkan, seperti ada aset Pemda dengan pihak keluar. Untuk membenahi internal sendiri ini, harus dipelajari dahulu persoalannya. Apakah itu susunan organisasi kemudian biaya target pemasaran harus ada analisa dahulu maka kita buat susunan pada tahun 2020 mendatang," katanya.

Diungkapkan hal yang sama, Hendiro Efriwan mengatakan selain potensi aset juga ada banyak berupa hasil potensi perkebunan seperti kopi. Pihaknya nanti akan melibatkan para petani daerah agar dapat memasarkan kopi Bengkulu.

Baca Juga: Robert Kardinal Sambut Baik Wacana Menteri KKP Buka Keran Ekspor Benih Lobster

"Memang untuk permintaan kopi ini sangat luar biasa, terutama dari negara timur tengah. Maka bisa kita melibatkan dari Petani sendiri kita bisa membantu pemasarannya. Sekarang kita harus melihat aset kita ini, maka kita harus mengakumulasi  untuk mencapaikan hal tersebut agar dapat menghasilkan yang terbaik untuk daerah," imbuh Handiro. {www.bengkulutoday.com}

fokus berita : #Rohidin Mersyah #Elfy Hamidi Marah Sudin #Frentindo


Kategori Berita Golkar Lainnya