19 Desember 2019

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi VIII, Ace Hasan Syadzily meminta masyarakat agar menjaga kerukunan dalam beragama jelang perayaan Hari Natal. Ia juga meminta jangan ada lagi aksi sweeping dari oknum organisasi masyarakat (ormas) yang melarang pemakaian atribut Natal.

"Saya kira setiap warga negara berhak menunjukkan atribut keagamaannya masing-masing dan itu dijamin konstitusi, jadi jangan sampai ada pelarangan," ujar Ace kepada Validnews, Rabu (18/12) di Kompleks Parlemen.

Ace juga menegaskan kepada pihak aparat untuk menindak tegas jika terjadi sweeping atau larangan penggunaan atribut natal oleh ormas. Ia mengaku, pihak DPR juga sudah mengusulkan kepada Kementerian Agama untuk memantau ormas yang melakukan sweeping.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Puji Kontribusi 62,9 Juta Unit UMKM Bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

"Siapapun ormas yang melakukan sweeping terhadap atribut keagamaan harus ditindak. Ya itu bagian dari usulan kami juga untuk menjaga kerukunan beragama," tegas Ketua DPP Golkar itu.

Ia menambahkan, terkait ucapan Natal dan pemakaian atribut merupakan hal yang lumrah. Maka dari itu, Ace juga mengimbau kepada masyarakat agar saling menghormati keimanan yang berbeda.

Ace juga memberikan apresiasinya kepada Kementerian Agama (Kemenag) yang sebelumnya sudah mengimbau untuk jangan ada larangan pemakaian atribut Natal. Menurutnya, imbauan Kemenag itu merupakan salah satu bentuk menjaga kerukunan beragama.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Ajak Internasional Desak Cina Izinkan Badan Independen Cari Fakta Terkait Uighur

"Seharusnya sebagai sesama warga Indonesia yang berbeda keimanankan harusnya saling menghormati. Saya kira ketika Kemenag mengimbau itu patut diapresiasi," tutur Ace. 

Polri juga telah melakukan langkah preventif untuk menghadapi ancaman-ancaman sweeping hingga terorisme jelang perayaan Natal dan tahun baru. Polri menamakan langkah tersebut sebagai operasi Aman Nusa II. {www.validnews.id}

fokus berita : #Ace Hasan Syadzily


Kategori Berita Golkar Lainnya