19 Desember 2019

Berita Golkar - Anggota DPRK Aceh Besar yang juga Ketua Partai Golkar Aceh Besar, Muhibuddin alias Ucok Sibreh menyampaikan petani di Kecamatan Suka Makmur dan Kuta Malaka, Aceh Besar mengeluhkan sudah dua minggu mengalami kelangkaan pupuk untuk pertanian.

Padahal saat ini sudah memasuki musim tanam tapi para petani belum mendapatkan pupuk sesuai yang dibutuhkan.  "Para petani mengeluh ini sudah memasuki musim tanam tapi untuk pupuk belum ada. Ini kan bahaya sekali," katanya, Kamis (19/12/2019).

Ia menambahkan sebagian besar petani sudah melakukan penanaman namun pupuk tersebut belum tersedia. "Untuk apa pupuk nanti tapi padinya sudah ditanam, enggak mendapatkan nutrisi lagi. Sementara kita sekarang mendengung-dengungkan ketahanan pangan, kesejahteraan. Lalu bagaimana bisa sejahtera kalau regulasi terhadap penyaluran pupuk itu sendiri tidak tepat waktu," sebutnya.

Baca Juga: TM Nurlif Tunjuk Khalid Jadi Plt Ketua Golkar Pidie Jaya

Ucok Sibreh menambahkan berdasarkan informasi yang diperolehnya dari para petani kelangkaan pupuk baik bersubsidi maupun non subsidi sering terjadi. Artinya ketika masuk musim tanam, petani kalang kabut mencari pupuk dan itu terjadi tiap masuk musim tanam.

Menurutnya, kelangkaan pupuk ini tidak boleh terjadi karena menyangkut kualitas panen. Ia berharap hal ini dapat menjadi perhatian serius dari pemerintah untuk memastikan ketersediaan pupuk tepat waktu.

"Dan kita mengecam semua praktek-praktek permainan pasar untuk pupuk subsidi dan nonsubsidi. Tapi mudah-mudahan ini tidak terjadi," sebut Ucok Sibreh.

Kasie Pupuk Pestisida dan Alsintan Dinas Pertanian Aceh Besar, Nurbayani SP MP yang dikonfirmasi menyampaikan berdasarkan hasil rapat dengan pihak provinsi terkait kelangkaan pupuk, untuk kabupaten Aceh Besar akan ditambah kouta pupuk urea dari 4.000 ton menjadi 4.308 ton.

Baca Juga: Golkar Seleksi 15 Kandidat di Pilkada Medan 2020, Termasuk Menantu Jokowi

"Saat ini sedang menunggu proses alokasinya. Kami sedang menunggu SK dari provinsi baru nanti akan segera kita salurkan," katanya yang menyebutkan banyak penyaluran pupuk karena akhir tahun.

Sementara Kadis Pertanian Aceh Besar, Dr Ir Azhar MSc menyampaikan setiap musim tanam apabila dalam setahun ada dua musim tanam, maka dua kali dilakukan pendataan untuk update data di lapangan.

Karena pada musim hujan lebih luas yang ditanam dibanding musim kemarau. "Maka setiap musim tanam harus didata oleh petugas di kecamatan. Tapi tahun depan, Insya Allah sudah pakai kartu tani agar tidak terjadi penyalahgunaan pupuk di lapangan," katanya.

Apabila sudah didata terkait jumlah petani dan luas areanya, maka pihaknya ditingkat kabupaten membuatkan SK yang kemudian diajukan ke provinsi lalu ke pusat. Selanjutnya pusat akan menentukan berapa kouta pupuk untuk masing-masing kabupaten/kota. {aceh.tribunnews.com}

fokus berita : #Muhibuddin #Ucok Sibreh #Dr Ir Azhar


Kategori Berita Golkar Lainnya