20 Desember 2019

Berita Golkar - Lama diisukan sepaket, duet Habib Abdurrahman Bahasyim alias Habib Banua dan Hj Ananda dipastikan akan menjadi salah satu pasangan penantang incumbent Ibnu Sina di Pilkada Banjarmasin 2020. Meski belum deklarasi resmi, tapi pasangan yang mengusung tagline ‘Habibana’ akronim dari Habib-Ananda ini, menarget memboyong kursi Banjarmasin 1.

Habib Banua yang juga anggota DPD RI dari Kalsel ini mengatakan, bakal mendaftar melalui jalur parpol. Setidaknya, dua parpol sudah digenggaman saat ini sebagai perahu yang mengantar ke pencalonan di KPU Banjarmasin.  Yakni  Partai Golkar, Partai Demokrat, dan PPP.

Bergabungnya tiga parpol ini sudah bisa mengusung calon karena memenuhi batas minimal syarat 9 kursi di parlemen. Dimana gabungan tiga parpol tersebut mengantongi 12 kursi. Golkar punya 5 kursi, Partai Demokrat 5 kursi dan PPP 2 kursi. “Ya, insyallah dalam waktu dekat nanti kita akan melakukan deklarasi,” katanya.

Baca Juga: Golkar Sumut Godok Indra Alamsyah Jadi Balon Wabup Serdang Bedagai

Habib mengatakan, saat ini masih menunggu rekomendasi partai terkait pencalonan mereka. Sebab siapa yang akan diusung nanti tetap menjadi kewenangan DPP partai masing-masing. Ia memilih Hj Ananda sebagai pendamping sebagai wujud keterwakilan kaum perempuan.

“Jelas beliau juga mewakili kaum perempuan. Dengan sosok perempuan luar biasa sepertii Hj Ananda sebagai Bakal Calon Wakil Wali Kota, kami berharap kaum wanita akan lebih aktif berperan dalam pembangunan di Banjarmasin,” katanya.

Sementara Hj Ananda mengatakan, Habib Banua punya karakter yang unik sebagai seorang pemimpin. “Kami punya kesamaan visi untuk membahagiakan semua orang di Kota Banjarmasin. Ini sejalan dengan visi kami di Golkar Kota Banjarmasin,” katanya.

Selain Habib Banua-Ananda, sejumlah kandidat mulai bergerak membangun basis dukungan dalam kontestasi pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin tahun 2020 nanti.

Baca Juga: Hasil Survei Naik Berkat Turba, Gus Hans Makin Optimis Maju Pilkada Surabaya 2020

Munculnya duet Hj Karmila—putri mantan Walikota Banjarmasin H Muhidin, yang berpasangan dengan Nurul Fajar Desira, kepala Bappeda Kalsel, akan menjadi ancaman serius bagi incumbent. Lalu, akankah ‘mitos’ jabatan Walikota Banjarmasin cuma 1 periode nanti akan kembali terjadi?

Duet Hj Karmila-Fajar Desira yang disokong Partai Amanat Nasional (PAN) ini tak bisa dianggap remeh. Dalam hal ini, PAN memang memiliki kelebihan dibanding parpol lain. Bermodal 9 kursi di DPRD Kota Banjarmasin hasil Pemilu 2019, PAN bisa mengusung kandidat walikota sendiri.

Meski demikian, PAN juga tidak menutup kemungkinan untuk mengajak partai lain dalam koalisi untuk semakin memantabkan langkahnya. Di sisi lain, elektabilitas Hj Karmila sebagai pendatang baru dalam kancah perpolitikan Kalsel tak bisa dianggap sebelah mata. Sebab pada pileg lalu, ia mampu meraih 42. 114 suara. Tertinggi kedua kedua untuk perolehan suara di Kalsel setelah H Rusli, Ketua DPRD Banjar.

Baca Juga: Afrizal Sintong Dinilai Kader Terbaik Golkar Menuju Pilkada Rohil 2020

Sementara itu, mengimbangi Hj Karmila yang bisa dibilang ‘hijau’ dalam pengalaman pemerintahan, sosok Nurul Fajar Desira, bisa lengkapi. Sebagai sosok birokrat senior, Fajar Desira memiliki banyak pengalaman di urusan pemerintahan.

Kepastian majunya duet Hj Karmila-Fajar Desira ini disampaikan langsung Ketua DPW PAN Kalsel Hj Muhidin. Ditemui di sela-sela Puncak Harjad ke 493 Kota Banjarmasin pada Selasa (24/9) silam, Muhidin tidak menampik, PAN akan mengusung kadernya sendiri pada pilkada di Kota Banjarmasin.

“Insya Allah kalau masyarakat menghendaki juga, kemungkinan saya akan menurunkan anak saya (Hj. Karmila). Berdampingan dengan Pak Fajar (Nurul Fajar Desira),” tegasnya. {www.kanalkalimantan.com}

fokus berita : #Habib Abdurrahman Bahasyim #Habib Banua #Hj Ananda


Kategori Berita Golkar Lainnya