20 Desember 2019

Berita Golkar - Golkar Kaltim pasang target menangkan 6 Pilkada 2020 di Kalimantan Timur, ini alasannya.

Dominasi partai Golkar di Kalimantan Timur tak bisa diragukan. Pada Pilkada serentak 2020 di 9 Kabupaten/Kota di Kaltim, 4 daerah di antaranya partai Golkar bisa mengusung pasangan calon sendiri. Hal itu diungkapkan Sekretaris DPD Golkar Kaltim, Abdul Kadir saat ditemui Tribunkaltim.co di kota Bontang, Kalimantan Timur.

Empat daerah tersebut adalah Balikpapan, Kutai Kartanegara, Berau dan Bontang. Bahkan Kadir dengan lugas menyebut bahwa partai berlambang pohon beringin tersebut minimal bisa memenangkan minimal 70 persen Pilkada di Kaltim 2020 mendatang.

Baca Juga: Duet Habib Banua - Hj Ananda Siap Tantang Petahana di Pilkada Banjarmasin

"Empat daerah Golkar bisa calonkan sendiri, Balikpapan, Kukar, Bontang dan Berau. Semua memenuhi kuota mencalonkan sendiri," ungkapnya.

Setidaknya ada 6 Pilkada yang diprakirakan menjadi milik calon yang diusung partai Golkar di Pilkada serentak 2020 mendatang. Lebih lanjut, Kadir mengatakan bahwa partainya memberikan prioritas tersendiri bagi kader partai untuk diusung.

"Tak menutup kemungkinan daerah yang tak cukup kursinya, koalisi. Karena partai berupaya semua daerah kader Golkar maju dan berperan. Karena target Golkar merebut minimal 70 persen di Pilkada 2020," ungkapnya.

Baca Juga: Dongkrak Elektabilitas Neni Moerniaeni, AMPG Bontang Rekrut Kader Milenial

Seperti di Bontang, nama Neni Moerniaeni yang merupakan Walikota Bontang ditetapkan sebagai bacalon tunggal walikota oleh DPD Golkar Bontang. "Prinsip dasar kita, di daerah kita mengusung sendiri, prioritaskan kader Golkar," ucapnya. 

Golkar Bontang Bakal Usung Neni Moerniaeni jadi Bacalon Tunggal Walikota, Siapa Calon Pendampingnya?

Diberitakan sebelumnya,  Neni Moerniaeni bakal jadi bacalon tunggal walikota pada Pilkada Bontang 2020 mendatang. Hal itu dipastikan Ketua Harian II DPD Golkar Bontang, Ahram usai mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) Golkar di Jakarta.

"18 Desember (2019) kami Rapimda kota Bontang. Bunda Neni sebagai bacalon tunggal Walikota (Pilkada 2020)," katanya, Jumat (6/12/2019) di Jakarta.

Kebijakan Golkar Bontang bukan tanpa dasar, Ahram menyebut pihaknya menangkap isi pidato Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto saat mendeklarasikan diri sebagai Ketum di Munas. Dimana ia memberikan prioritas pengusungan bacalon Pilkada 2020 bagi pengurus daerah yang memenangkan Pileg 2019 lalu.

Baca Juga: Hetifah Minta Asesmen Kompetensi Minimum Sebagai Pengganti UN Tetap Dilaksanakan

"Ia (Airlangga) menyampaikan kepada seluruh jenjang mulai provinsi dan kabupaten kota seluruh Indonesia. Bahwa bagi pimpinan partai Golkar yang memenangkan Pileg 2019 di daerahnya, sekaligus menempati pimpinan DPRD, masuk prioritas diusung," ungkapnya.

Kendati demikian, selain itu faktor dukungan pengurus DPD Golkar Bontang hingga pengurus ranting mendukung Neni Moerniaeni melanjutkan kepemimpinannya di pemerintahan Bontang. Faktor incumbent alias petahana, sosok ketua partai dan diukur dari survey yang diturunkan DPP Golkar sudah cukup membulatkan suara pengurus DPD Golkar Bontang.

Neni Moerniaeni bacalon tunggal walikota yang diusung Golkar Bontang pada Pilkada 2020 mendatang. "Kita ( Golkar Bontang ) tidak lagi membuka penjaringan pencalonan walikota. Unsurnya terpenuhi," ucapnya. {kaltim.tribunnews.com}

fokus berita : #Neni Moerniaeni #Abdul Kadir


Kategori Berita Golkar Lainnya