21 Desember 2019

Berita Golkar - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menjelaskan strategi pemenangan yang harus dilakukan oleh milenial kala terjun di politik. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara di hadapan kader muda Golkar Jatim pada acara Pendidikan Politik Kader Muda Parta Golkar Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, Sabtu (21/12/2019).

Pihaknya mengapresiasi pendidikan politik yang digelar Golkar Jatim tersebut. Menurut Emil, kaum milenial sudah seharusnya melek politik. "Para milenial sudah saatnya melek politik. Insyaa Allah saat ini eranya sudah berubah," jelas Emil Dardak.

Di awal penjelasannya, Emil mendorong kalangan milenial untuk tidak anti terhadap politik. Menurut mantan Bupati Trenggalek ini, politik bisa menjadi wadah bagi kalangan milenial yang biasanya memiliki semangat tinggi dalam membuat perubahan. Utamanya, untuk membuat kesejateraan untuk masyarakat.

Baca Juga: Terkait Muslim Uighur, Muhammad Fauzi Desak Pemerintah Minta Klarifikasi China

”Sistem demokrasi di negara kita tak bisa mengesampingkan aspek politik di dalam berbagai keputusan startegis. Dalam hal pembangunan. Misalnya, seorang pemimpin sebuah wilayah harus mementingkan lobi-lobi politik,” kata Emil pada awal penjelasannya.

Emil menegaskan, bahwa kalangan milenial yang ingin terjun di politik harus meneguhkan niat untuk kepentingan masyarakat luas, bukan sekadar pekerjaan. ”Politik bukan sekadar pekerjaan, namun pengabdian. Ketika terjun ke politik, milenial harus menjiwai untuk berkiprah dan mengabdi kepada masyarakat,” terangnya.

Ia mencontohkan beberapa negara maju di dunia selalu melibatkan kalangan milenial dalam aktivitas politik. ”Anak muda biasanya dilibatkan dalam menyerap aspirasi masyarakat untuk disampaikan kepada parlemen. Mereka biasanya tak dibayar, namun lebih kepada kepentingan masyarakat,” kata Emil.

Baca Juga: Mujib Rohmat Sebut Agama dan Negara Satu Kesatuan Yang Saling Melengkapi

Sehingga, Emil menjelaskan bahwa kalangan milenial yang ingin terjun di dunia politik langsung tak harus terlibat sebagai objek yang dipilih. Di tahap awal, anak muda bisa menjadi volunteer (tim pemenangan) pada proses pilkada.

”Tahun depan pilkada nih, silakan memperjuangan kandidat yang visi dan misinya sesuai dengan nurani Anda. Tentu, dengan cara-cara yang elegan dan menghindari kegiatan negatif,” katanya.

Emil lantas menjelaskan strategi kepada anak muda yang terjun dalam kontestasi politik. Pertama, kalangan milenial harus hati-hati dalam memilih tim sukses dan mencegah money politic.

”Pada saat nyalon Bupati di Trenggalek, ada relawan yang pasang stiker gambar saya di mobilnya sebagai bentuk dukungan. Ternyata, keesokan harinya saya disodori proposal yang isinya jumlah anggaran yang mereka habiskan untuk pasang stiker tadi," ucapnya. 

Baca Juga: Melchias Mekeng Geram Menkopolhukam Mahfud MD Asal Bicara Terkait UU Titipan di DPR

"Saya menolak menerima proposal tersebut karena sejak awal saya tidak ada MoU soal itu. Ternyata, mereka membuat jumpa pers yang menyebut ‘Relawan Emil Dardak Menarik Dukungan’. Sehingga, bagi kawan-kawan kalau menemui seperti ini, hati-hati” kata Emil bercerita soal pencalonannya di Pilkada Trenggalek.

Pihaknya mengingatkan kader untuk menghindari praktek money politic. ”Bukan berarti maju di politik nggak keluar modal. Memang keluar, namun wajar,” terangnya.  

Tak hanya itu, Emil juga menjelaskan pentingnya komunikasi dalam sosialisasi politik. ”Di dalam politik, yang paling penting adalah skill komunikasi,” kata Emil.

Baca Juga: Dijenguk Andi Debbie Purnama, Bocah SD Penderita Tumor Ini Sumringah

Selain itu, di dalam kerja pemenangan, Emil mengingatkan bahwa klasifikasi daerah dibagi dua. Yaitu, geografis dan elemen masyarakat. ”Geografis dibagi atas daerahnya yang biasanya memiliki kekhasan berbeda antar daerah. Sedangkan elemen biasanya di dasarkan pada profesi dan ini memiliki soliditas tinggi,” katanya.

Terakhir, apabila terpilih pihaknya berharap para kader untuk menjaga amanah. ”Era saat ini, pemimpin harus memberikan keteladanan dengan menjaga integritas. Hari ini pemerintah bukan memerintah, tapi menggerakkan (memberi tauladan),” katanya. {surabaya.tribunnews.com}

fokus berita : #Emil Dardak


Kategori Berita Golkar Lainnya