22 Desember 2019

Berita Golkar - Hari Ibu menjadi terasa spesial bagi Muhammad Fauzi. Anggota DPR RI asal Golkar itu punya kenangan tak terlupakan bersama ibundanya. Fauzi menceritakan bagaimana sosok ibu sangat melekat dalam ingatannya.

"Ayah saya meninggal saat saya masih umur 10 tahun. Masa setelah itu, saya delapan bersaudara dibesarkan dari perjuangan seorang ibu yang hanya ibu rumah tangga," tuturnya.

Suami Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani ini mengatakan, ibunya sangat gigih membesarkan dia dan saudaranya. Hal yang paling ia rasakan adalah bagaimana ibunya sangat peduli dengan pendidikan.

Baca Juga: Nurul Arifin Optimis Omnibus Law Jadi Solusi Atasi Problem Ekonomi

"Dengan banyak keterbatasan, kami lalui hidup dengan saling menyokong. Agama menjadi salah satu titik berat pendidikan ibu. Dia akan marah besar jika anaknya tak salat, mengaji, atau bolos sekolah," ceritanya.

Sebagai anak paling bungsu, ketua KAHMI Luwu Utara ini menjadi paling dekat dengan ibunya. Pada masa tua ibunya, Fauzi mendapat kesempatan memuliakannya.

"Waktu saya lebih banyak sama ibu. Apalagi saya dapat giliran paling belakangan berumah tangga. Ibu juga tinggal bersama saya hingga akhirnya dipanggil Yang Maha Kuasa," katanya.

Baca Juga: Natal Bersama, Kader AMPI Diminta Jadi Agen Pemersatu Bangsa

Ia berpesan, agar siapa pun yang masih mendapat kesempatan berbakti, agar terus berbuat baik bagi ibunya. Sebab, itu adalah ladang amal terbesar bagi seorang anak.

"Selamat Hari Ibu saya ucapkan. Jika masih diberi kesempatan, teruslah berbuat bagi bagi kedua orang tua kita, terutama ibu," terangnya. {news.rakyatku.com}

fokus berita : #Muhammad Fauzi


Kategori Berita Golkar Lainnya