23 Desember 2019

Berita Golkar - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan, Andi Debbie Purnama, melakukan penyebarluasan produk hukum daerah Peraturan Daerah (Perda) Sulsel No 2 tahun 2017.

Perda tersebut menyangkut tentang Wajib Belajar Pendidikan Menengah di Hotel Ramayana, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (23/12/2019).

Ia bersama Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim, Rektor STIE Amkop Bachtiar Maddatuang. Debbie Purnama mengatakan, akan fokus untuk memperjuangkan infrastruktur sekolah.

Baca Juga: Dijenguk Andi Debbie Purnama, Bocah SD Penderita Tumor Ini Sumringah

Selain itu, dia juga menyampaikan bakal fokus untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas guru. Terakhir adalah peningkatan kesejahteraan guru. Selain itu, ia mengaku risau dengan tak adanya sekolah di Kecamatan Makassar.

"Tempat belum ada di sana, kita sudah bicarakan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD)-nya, jadi untuk sementara cari sekolah untuk zonasi di dekat Kecamatan Makassar," katanya.

Menurut Debbie, Legislator dari Partai Golkar Sulsel ini akan terus memperjuangkan adanya sekolah menengah di Kecamatan Makassar. Ramli Rahim meminta Debbie Purnama untuk memperjuangkan nasib guru.

Baca Juga: Nurul Arifin Tegaskan Krusialnya Peran Perempuan Dalam Pembangunan

"Saat ini nasib guru masih di bawah rata-rata, di Makassar itu gaji honorer guru sebesar Rp 1 juta per bulan, tapi di daerah lain masih ada yang bayar Rp 200 ribuan," katanya.

Ia juga meminta adanya koneksi antara sekolah dan perguruan tinggi dengan keahlian. "Sekarang, seharusnya SMK memakai sistem pelajaran satuan kredit semester (SKS) sehingga tak perlu menunggu 3 tahun untuk jadi ahli, masa lembaga sertifikasi profesi (LSP) bisa keluarkan sertifikat dalam enam bulan untuk jadi ahli," katanya.

Menurutnya, tantangan saat ini, perguruan tinggi negeri lebih mahal ketimbang perguruan tinggi swasta. Sementara itu, Bachtiar Maddatuang mengatakan, Pemerintah harus berani memberikan kompensasi untuk honorer guru.

"Apalagi, mindset mereka distel oleh guru selama tiga tahun. Pemerintah provinsi harus mempunyai banyak anggaran untuk mereka (guru)," katanya. {makassar.tribunnews.com}

fokus berita : #Andi Debbie Purnama #Muhammad Ramli Rahim


Kategori Berita Golkar Lainnya