24 Desember 2019

Melki Laka Lena Ungkap Potensi Wisata Kesehatan di Labuan Bajo

Berita Golkar - Departemen Kesehatan RI dan Departemen Pariwisata RI sejak tahun 2017 menggalakkan wisata kesehatan di 10 daerah prioritas wisata. Salah satunya adalah Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena mengatakan hal ini Senin (23/12/2019). Melki yang langsung mengecek kesiapan wisata kesehatan di Labuan Bajo itu mengatakan, Labuan Bajo sangat berpotensi besar.

Saat kunjungan, Ketua DPD I Partai Golkar NTT ini didampingi Anggota DPRD NTT dari Fraksi Partai Golkar, Maksi Adipati Pari dan FPG Mindriyati Astiningsih dari pihak kesehatan yang gemar wisata.

Baca Juga: Melki Laka Lena Tegaskan Pecat Pengurus Terima Mahar Pilkada NTT 2020

Melki mengunjungi RSUD Komodo dan RS Siloam Labuan Bajo. Menurut Melki, kunjungan ke RS itu dilakukan usai bertemu Bupati Manggarai Barat Agustinus Dulla pada acara seminar oleh KADIN. "Saat itu Bupati Manggarai Barat sampaikan sudah ada surat dari Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes terkait wisata kesehatan di Labuan Bajo," kata Melki.

Kunjungan spontan ini juga dalam rangka memantau persiapan Natal Nasional Partai Golkar yang akan digelar di Labuan Bajo pada 17 Januari 2020 mendatang. Karena itu, hadir bersama Melki, Ketua Panitia Pelaksana Natal Nasional Partai Golkar, Jerry Sambuaga yang juga adalah Wamen Perdagangan RI.

Saat berkunjung ke RSUD Komodo, meraka diterima oleh Direktur , dr. Linda Gampar dan Thomas A Edison. "Mereka menjelaskan kepada kami soal kemampuan dan kebutuhan RS menangani pasien baik warga daerah atau wisatawan nusantara atau mancanegara," jelas Melki.

Baca Juga: Golkar Rayakan Natal Nasional di Labuan Bajo

"Secara umum RSUD Komodo memiliki sarana prasarana dan tenaga kesehatan yang memadai sehingga mampu untuk menangani pasien berasal dari Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur atau Nusantara bahkan pasien Mancanegara yang berobat," ucapnya lagi.

Dijelaskan, kebutuhan alat dan tenaga medis untuk cakupan jenis penyakit dan perawatan juga untuk domain preventif promotif untuk tujuan pariwisata tentu masih diperlukan.

Lebih lanjut, Melki mengatakan, Dokter Linda juga menyampaikan perlu dukungan pemerintah pusat melalui Departemen Kesehatan sehingga RSUD Komodo mampu menata diri sebagai RS yang mampu melayani berbagai jenis penyakit dan perawatan pasien turis nusantara maupun mancanegara yang berlibur ke Labuan Bajo.

Baca Juga: Wamendag Jerry Sambuaga Siap Bantu Pemasaran Produk Kearifan Lokal Labuan Bajo

Dikatakan, mereka juga sempat melakukan kunjungan ke RS Siloam Labuan Bajo. Mereka diterima Putri Respati selaku Executive Director Siloam Labuan Bajo dan beberapa staf.

"Kami diajak berkeliling beberapa poli dan ruang perawatan yang menjadi andalan RS Siloam. Ada dua dokter se- Flores yang menurut Putri hanya ada di RS Siloam Labuan Bajo yaitu dokter mata dan dokter othropedi. Alat radiologi se-Flores menurut infonya juga hanya tersedia di RS Siloam," katanya.

Menurut Melki, derasnya turis yang masuk ke Labuan Bajo, mendorong RS Siloam mengadakan alat hyperbaric oxygen chamber. Alat ini ,lanjutnya sangat berguna membantu pasien umumnya turis yang mengalami dekompresi karena menyelam atau dekompresi akibat aktivitas bawah air lainnya sehingga pasien tidak mengalami kejadian fatal atau harus dirujuk ke Denpasar.

Baca Juga: Menpora Zainudin Amali Ajak Milenial Berpikir Kreatif Hadapi Bonus Demografi

"Alat yang berbentuk kapsul ini juga bisa membantu terapi pernapasan untuk berbagai keluhan penyakit," ujarnya.

Dikatakan pula, dua RS yang ada di Labuan Bajo dengan berbagai fasilitas kesehatan juga tenaga medisnya dengan sadar mempersiapkan dirinya juga untuk antisipasi perkembangan wisata Labuan Bajo Manggarai Barat yang makin meningkat.

"Keduanya butuh dukungan Pemda Kabupaten Manggarai Barat dan Pemprov NTT baik Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata dan dinas terkait lainnya juga Pemerintah Pusat Kemenkes, Kemenpar termasuk DPR RI," papar Melki. 

Baca Juga: Menpora Zainudin Amali Perjuangkan Pencak Silat Masuk Olimpiade

"Pada saat yang sama kedua RS ini tetap melayani warga kurang mampu di Manggarai Barat, sesuai informasi yang diberikan kepada kami kurang lebih 90 persen pasiennya ikut BPJS dan mayoritas kelas tiga dilayani oleh kedua RS ini dengan baik," katanya

Melki juga mencontohkan, belajar dari Penang, Malaysia yang kota dan daerahnya bertumbuh karena perpaduan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan wisata. "Labuan Bajo punya keunggulan yang jauh lebih hebat dari aspek destinasi wisata sehingga peluang kembangkan wisata kesehatan jauh lebih terbuka," kata Melki. 

"Pasien Indonesia yang sering banjiri Penang dan kota lainnya di Asia Tenggara untuk berobat tentunya lebih suka ke Labuan Bajo untuk berobat kalau kualitas pelayanan kesehatan makin meningkat dan setara atau bahkan melebihi Penang dan kota sejenis lainnya," sambungnya.

Baca Juga: Ini Cara Muhammad Fauzi Memaknai Hari Ibu

Melki mengharapkan kerjasama berbagai pihak secara sinergis bisa hadirkan wisata kesehatan di Labuan Bajo."Komodo sudah menjadi jangkar sekaligus penggerak ekonomi melalui perkembangan pariwisata Labuan Bajo, Manggarai Barat NTT," imbuhnya lagi. 

"Saatnya kembangkan dan gerakkan potensi lain yang selama ini diabaikan untuk mendukung berkembangnya wisata di Labuan Bajo yakni melalui wisata kesehatan. Potensi dan daya dukung ada di Labuan Bajo tinggal diatur dan didukung para pihak untuk mewujudkannya," pungkas Melki Laka Lena. {kupang.tribunnews.com}

fokus berita : #Melki Laka Lena