24 Desember 2019

Berita Golkar - Anggota DPRD Sulawesi Selatan, A. Hatta Marakarma melakukan penyebarluasan Perda nomor 2 Tahun 2017 tentang Wajib Belajar Pendidikan Menengah di Icon Coffee, Selasa (24/12).

Hatta tidak sendiri, ia didampingi Baharman Supri legislator Golkar kota Palopo serta Kadis Pendidikan Palopo Asnita Darwis, dan ikut bergabung juga Walikota Palopo HM Judas Amir.

Dalam kesempatan ini Baharman Supri menyentil soal kewenangan guru terutama SMA yang kini ditangan Provinsi tidak lagi di daerah. Sementara Hatta Marakarma yang juga mantan Bupati Luwu Timur menyebut kegiatan ini adalah kewajiban dirinya selaku anggota DPRD Sulsel.

Baca Juga: Thorig Husler Targetkan Luwu Timur Jadi Pemasok Daging Sapi Sulawesi Selatan

Terkait tema, Hatta menyebut wajib pendidikan menengah di Tana Luwu sudah berjalan dengan baik, hanya saja sarana prasarana, kualitas SDM tenaga pendidik serta sistem pendidikan yang terus berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri bagi Pendidikan di Sulsel utamanya di Tana Luwu.

“Untuk itu, Perda Provinsi Sulsel nomor 2/2017 terus disosialisasikan agar tidak ada lagi putra putri kita yang putus sekolah, ini wajib serta bagaimana kualitas pendidikan semakin baik dari tahun ke tahun, kuncinya di partisipasi masyarakat itu sendiri,” papar politisi senior Golkar ini.

Baca Juga: Budhy Setiawan Ingin Kembalikan Cianjur Jadi Lumbung Pangan Nasional

Di akhir kegiatan, dilakukan penyerahan cendera mata kepada perwakilan peserta serta penyerahan penghargaan khusus dari KNPI Kota Palopo kepada Hatta Marakarma selaku tokoh Peduli Pendidikan yang diserahkan langsung Ketua KNPI Palopo Umar SE.

Kegiatan ini diikuti tokoh pemuda, masyarakat dan tokoh perempuan serta insan-insan pers yang ada di kota Palopo. {koranseruya.com}

fokus berita : #A. Hatta Marakarma


Kategori Berita Golkar Lainnya