25 Desember 2019

Berita Golkar - Ketua MPR, Bambang Soesatyo, meminta polisi menindak tegas pengendara Lamborghini, Abdul Malik, yang menembakkan senjata api kepada dua pelajar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (21/12). Aksi arogansi itu melanggar hukum dan harus diproses secara tegas.

“Aksi koboi pengendara Lamborghini itu sangat tidak bisa dibenarkan. Apalagi dia melepaskan tembakan hanya karena merasa tersinggung. Penyalahgunaan senjata api seperti ini tidak boleh dibiarkan,” kata Bamsoet di Jakarta, Rabu (25/12).

Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Senjata Api Bela Diri IKHSA se-Indonesia (PERIKSHA) itu meminta aparat kepolisian mengusut tuntas serta menindak tegas pelaku. Apalagi, aksi koboi dijalankan dengan menggunakan senjata api tidak hanya terjadi kali ini saja.

Baca Juga: Permintaan Bambang Soesatyo Tambah Kuota Haji Hingga 250 Ribu Dikabulkan Raja Salman

“Jangan sampai peristiwa seperti ini terulang kembali. Tidak boleh ada warga negara yang berbuat sewenang-wenang hanya karena merasa hebat mempunyai senjata api,” kata Bamsoet.

Politikus Partai Golkar itu juga meminta aparat kepolisian juga harus mencabut izin kepemilikan senjata api Abdul Malik. Pelaku disebut terdaftar sebagai anggota Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) serta memiliki izin kepemilikan senjata api untuk bela diri sejak Juni 2019.

“Benar pelaku memiliki izin kepemilikan senjata api untuk bela diri. Tapi aksi penembakan yang dilakukan pelaku jelas bukan untuk bela diri. Polri harus mencabut izin kepemilikan senjata api tersebut,” ucap Bamsoet.

Baca Juga: Tuntaskan Regulasi Berbelit dan Tumpang Tindih, Airlangga Hartarto Jagokan Omnibus Law

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, awalnya Abdul melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengendarai Lamborghini berwarna oranye bernomor pelat B 27 AYR. Saat melintas, pengusaha properti ini bertemu dengan SMA dan AM sedang berjalan kaki.

Abdul Malik mengaku melakukan aksinya karena tak terima ucapan dua remaja SMA. Dengan emosi, pelaku mengeluarkan kata-kata tidak sopan. Bahkan, pelaku mengejar SMA dan AM hingga memaksa kedua pelajar itu berhenti.

Kedua pelajar itu sebelumnya melarikan diri usai mengetahui Abdul turun dari mobil. Abdul bahkan sempat melepaskan tiga kali tembakan ke udara untuk menghentikan dua pelajar tersebut.

Baca Juga: Budhy Setiawan Ingin Kembalikan Cianjur Jadi Lumbung Pangan Nasional

Merasa tak terima, kedua korban akhirnya melapor ke kantor polisi. Atas laporan itu, Abdul ditangkap pada Senin (23/12) dengan barang bukti berupa senjata api kaliber 32, tiga selongsong peluru yang telah ditembakkan, dan 9 buah peluru aktif.

“Ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan. Atas perbuatannya, kita jerat Pasal 335 dan 336 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara,” kata Yusri. Kini, Abdul yang juga sebagai pengusaha itu telah ditetapkan sebagai tersangka. {indonesiainside.id}

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya