27 Desember 2019

Berita Golkar - Pemko telah putuskan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di Taman Kota, Laman Boenda dipindahkan ke kawasan Melayu Square, Tepi Laut, Tanjungpinang. Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga pun mengusulkan agar PKL itu dibuatkan seragam, agar rapi dan tertib.

“Mungkin dengan diberikan pakaian seragam dan menggunakam topi Dinas Pariwisata. Sehingga kehadiran mereka tidak menganggu para pengunjung, dan juga tertib,” kata Ade, Kamis (26/12/2019).

Tak hanya usulan itu, Politisi Golkar ini katakan agar Pemko memfasilitasi perlengkapan atau alat jualan untuk PKL.

Baca Juga: Golkar Kota Tangerang Berikan Pendidikan Politik Untuk Kader Perempuan Milenial

“Oke Perda kita tegakkan, tapi mereka (PKL) difasilitasi seperti diberikan sebuah media (alat jualan) yang portable, yang mudah untuk dibawa, tapi dia menarik,” ujar Ade seraya mencotohkan seperti alat jualan yang dibawa oleh penjual Yakult.

Ia mengajak pemerintah untuk melakukan hal yang kreatif untuk PKL, sebelum menegakkan Perda. “Karena ini kan pendapatan mereka (PKL), Kenapa tidak pemerintah membuat suatu yang kreatif. Dan memberdayakan mereka dengan dana UKM,” kata dia.

“Boleh berjualan di laman boenda, tapi dengan sifatnya portable, yang bisa berpindah dan tidak permanen. Kecuali memang ada suatu kawasan, yang mana pengunjung pergi tidak terlalu jauh. Itu boleh betul-betul kita tegakkan perda,” tambah dia.

Baca Juga: Maju Di Pilkada Tana Toraja 2020, Victor Datuan Batara Siapkan Rp.8 Miliar

Menurut Ade, pelarangan jualan bagi PKL di Laman Boenda di akhir tahun ini kurang tepat momennya. “Sekarang momentum kurang tepatlah, karena akhir tahun. Ini kan banyak pemasukan untuk pedagang. Banyak orang santai disini,” ucanya.

DPRD katanya, hingga saat ini masih membuka diri untuk mengundang PKL untuk melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP). “Kami masih membuka diri untuk mengundang pedagang agar melaksanakan RDP,” pungkasnya. {jurnalkepri.com}

fokus berita : #Ade Angga


Kategori Berita Golkar Lainnya