02 Januari 2020

Berita Golkar - Perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bengkulu diperkirakan makin dinamis tensi politiknya. Angin persaingan sudah mulai terasa semakin kencang.

Sederet nama mulai bermunculan pada bursa calon kandidat, termasuk Gubernur petahan, Rohidin Mersyah. Selain petahana, muncul juga kandidat pesaing yang diprediksi akan meramaikan kontestasi Pilgub Bengkulu 2020.

“Pilgub Bengkulu tahun depan akan berlangsung seru. Selain kemunculan pemain lama, kontestasi kali ini juga bakal diramaikan dengan para pemain baru yang mencoba peruntungan,” ungkap Nafi Mubarok, pengamat politik Bengkulu dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (2/2/2020).

Baca Juga: Iqbal Wibisono Nilai Balqis Diab Siap Jadi Calon Walikota Pekalongan

Para pemain tersebut, lanjut Nafi, diantaranya adalah Agusrin Najamuddin sebagai pemain lama dalam kancah politik Provinsi Bengkulu. Sedangkan pemain barunya antara lain Helmi Hasan yang kini masih menjabat sebagai Walikota Bengkulu.

“Kedua nama tersebut mulai santer dibicarakan. Namun menurut hemat saya, Agusrin sudah tak mungkin lagi maju apalagi menang sebab terkendala putusan MK yang tidak membolehkan mantan napi ikut Pilkada. Sedangkan Helmi Hasan, seperti sedang berjudi, mengadu nasib mencoba peruntungan saja,” tambahnya.

Ditempat lain, Octarina Soebardjo, Pengamat sekaligus Direktur Eksekutif Stratak Indonesia mengungkapkan, meski masih dinamis, namun kecenderungan petahana menang dalam setiap kontestasi selalu lebih besar.

Baca Juga: Melki Laka Lena Targetkan Golkar NTT Menang 67 Persen di Pilkada 2020

“Setiap kontestasi politik pasti petahan selalu diuntungkan dan memiliki potensi kemenangan yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan calon lain. Dalam Pilgub Bengkulu, posisi Rohidin Mersyah memiliki kans menang lebih tinggi dibandingkan calon lain,” ungkapnya saat dimintai komentar via saluran telepon.

Lebih jauh, Octarina menyebutkan kemenangan Rohidin Mersyah semakin kuat jika permainan isu di tataran akar rumput kuat. Dirinya mencontohkan isu mantan napi ataupun isu non putra daerah dan pengalaman.

“Pesaing Rohidin Mersyah sudah terukur kelemahannya. Misalnya Agusrin yang mantan napi atau Helmi Hasan yang bukan putra asli Bengkulu. Dilihat dari pengalamanpun Rohidin tetap paling unggul,” tambahnya.

Baca Juga: Diunggulkan Hasil Survei Internal Golkar Kabupaten Bandung, Deding Ishak Tetap Rendah Hati

Disisi lain, Rohidin yang juga ketua DPD Golkar Bengkulu memiliki kemampuan komunikasi politik yang lebih kuat. Apalagi perolehan kursi Golkar di DPRD Provinsi terbilang tinggi.

“Dari sisi dukungan partai politik, Rohidin Juga cukup kuat. Golkar Bengkulu termasuk yang memiliki kursi yang cukup tinggi, 7 kursi. Ini potensi kemenangan yang kuat untuk Rohidin Mersyah duduk kembali menjadi Gubernur Bengkulu,” pungkasnya. {indopolitika.com}

fokus berita : #Rohidin Mersyah #Nafi Mubarok


Kategori Berita Golkar Lainnya