02 Januari 2020

Berita Golkar - Pemerintah Kota Bekasi belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) meski dua hari ini wilayah Bekasi dilanda banjir. Sedikitnya 70 permukiman warga kebanjiran dengan ketinggian bervariasi, hingga empat meter.

"Dari kita statusnya darurat siaga satu," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi di sela meninjau banjir di Vila Taman Kartini, Bekasi Timur, Kamis, (2/2)

Banjir parah di Bekasi terjadi sejak kemarin pagi. Puncaknya pada jam 12 siang. Air meluap melalui Kali Cileungsi dan Kali Cikeas sampai ke Kali Bekasi.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Nilai Banjir Dampak Pembangunan Jor-Joran Tanpa Peduli Lingkungan

Permukiman penduduk di bantaran Kali Bekasi terendam banjir. Paling parah terjadi di PGP, Vila Nusa Indah, Kemang IFI, Kemang Pratama, permukiman di Bekasi Utara. Ketinggian air mencapai 4 meter.

Selain disebabkan luapan Kali Bekasi, banjir juga lantaran intensitas hujan cukup tinggi dan merata di Kota Bekasi. Tapi, menjelang sore sebagian besar banjir sudah surut.

Rahmat menuturkan, banjir di wilayahnya kali ini cukup merata. Diakuinya, kondisi saat ini lebih parah dibanding banjir-banjir besar tahun-tahun sebelumnya. "Air itu masuk ke Jalan Ahmad Yani 30 sentimeter. Dalam sejarah Bekasi belum pernah," kata dia.

Baca Juga: Banjir Jabodetabek, Hetifah Minta Sekolah Dijadikan Tempat Pengungsian Sementara

Melihat fenomena ini, Rahmat berpendapat kalau penanganan banjir harus dikendalikan dari hulu. Di sana, kata dia, harus ada pengendalian daya tampung air supaya bisa mengatur volume yang turun ke Bekasi. "Kalau kami akan memanfaatkan lahan-lahan kosong sebagai tempat penampungan," katanya. {www.merdeka.com}

fokus berita : #Rahmat Effendi


Kategori Berita Golkar Lainnya