03 Januari 2020

Berita Golkar - Mobil Dinas Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Jeep Wrangler Rubicon terpaksa ditarik alat berat (excavator) saat meninjau Proyek Waduk Jlantah, Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Jumat (3/1/2020).

Padahal mobil seharga nilai pagu Rp2,1 miliar dengan kekuatan 2.000 cc itu baru dipakai seminggu lebih tepatnya 26 Desember 2019. Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, mobil pabrikan Amerika Serikat (AS) itu diderek saat melakukan uji coba kekuatan Jeep Wrangler Rubicon.

Namun sayangnya, mobil orang nomor satu di Bumi Intanpari tersebut terkunci di tengah sungai yang dilewati. Lantaran tidak bisa keluar dari medan sungai yang dilewati, terpaksa harus ditarik dengan alat berat yang berada di Proyek Waduk Jlantah.

Baca Juga: Rahmat Effendi Sebut Banjir Kota Bekasi Tahun 2020 Ukir Sejarah Baru

Setelah kejadian tersebut banyak video beredar memperlihatkan kejadian mobil tersebut ditarik. Bupati Karanganyar Juliyatmono saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA) membenarkan adanya kejadian tersebut.

Juliyatmono mengatakan, saat itu yang mengemudikan Jeep Wrangler Rubicon adalah dirinya sendiri. "Itu saya sendiri yang mengemudikan dan saat itu saya test uji kendaraan," ungkap dia.

Lebih lanjut Ketua DPD Partai Golkar Karanganyar menjelaskan, jika saat itu sungai di sekitar proyek sehabis banjir sehingga tidak ada landasan untuk menggerakkan roda. "Ya muser- muser to," kata Juliyatmono.

Baca Juga: Rumah Legislator Golkar DPRD DKI Dimaz Raditya Soesatyo di Kemang Terendam Banjir

Akibat dari itu maka mobil tersebut gagal menyeberangi sungai. Maka pihaknya lantas meminta pekerja di kawasan tersebut memanfaatkan alat berat untuk menderek ke atas.

Blusukan ke Medan Terjal

Sebelumnya, Bupati Karanganyar Juliyatmono ingin menjajal ketangguhan mobil dinas barunya berjenis Jeep Wrangler Rubicon di kawasan pegunungan.

Orang nomor satu di Bumi Intanpari itu akan membawa mobil yang dibeli dari APBD 2019 dengan nilai pagu Rp2,1 miliar itu ke proyek Waduk Jlantah, Kecamatan Jatiyoso. Kecamatan tersebut memilki kondisi geografis dengan pegunungannya di Lereng Lawu.

Namun, soal waktu belum ditentukan kapan akan melakukan peninjauan ke wilayah tersebut. "Kalau saya inginnya digunakan pertama kali ke wilayah terjal seperti proyek Waduk Jlantah," jelas Juliyatmono, Kamis (26/12/2019).

Baca Juga: 9 Nama Ini Berminat Jadi Pendamping Neni Moerniaeni di Pilkada Bontang 2020

Wilayah tersebut dipaparkannya memiliki medan yang cukup menantang di kawasan Karanganyar. Proyek Waduk Jlantah tersebut termasuk wilayah cekungan yang terjal.

Selain itu, pihaknya mengaku akan sering mendatangi wilayah yang medannya terjal seperti pegunungan. "Gunung ya seperti di Jatiyoso, Ngargoyoso, Jenawi ya medan menantang," papar dia.

Adapun mobil tersebut sebelumnya pernah menuai pro-kontra di mata publik. Mobil berplelat nomor AD-1-F dijelaskan oleh driver Bupati Karanganyar Juliyatmono, Anton datang pada Selasa (24/12/2019).

Baca Juga: Bamsoet Minta Pemerintah Hilangkan Ego Sektoral Tangani Masalah Banjir

Anton menyebut jika mobil baru pabrikan Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS) dengan dibeli melalui pagu APBD 2019 seharga Rp2,1 miliar dinilai lebih oke dari pada mobil dinas sebelumnya.

"Tarikannya oke dari mobil sebelumnya, lebih bertenaga," kata Anton saat mengantarkan Bupati Karanganyar Juliyatmono di gedung DPRD Karanganyar, Kamis (26/12/2019).

Adapun diketahui, mobil dinas sebelumnya merupakan Toyota Fortuner. Bahkan Anton sempat menunjukkan interior mobil berwarna orange berplelat nomor AD-1-F yang gagah tersebut. "Begitu datang pada Selasa (25/12/2019) langsung dicoba bapak sendiri," aku dia. {video.tribunnews.com}

fokus berita : #Juliyatmono


Kategori Berita Golkar Lainnya