10 Januari 2020

Berita Golkar - Partai Golkar optimis menghadapi Pilkada serentak yang berlangsung di enam Kabupaten/Kota di Bali September 2020 mendatang. Dari enam daerah yang menggelar hajatan lima tahunan itu, partai yang sempat berkuasa di era orde baru itu punya keyakinan menang di dua daerah.

Confidence partai berlambang beringin itu diungkapkan langsung Plt Ketua DPD Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih disela piodalan di sekretariat DPD Golkar Bali, Jumat (10/1/2020). Keyakinan politikus yang akrab dipanggil Demer itu tidak lepas dari mesin politik Golkar yang mulai hidup disemua daerah di Bali.

Baca Juga: Golkar Milenial Sulut Dukung Syerly Adelyn Sompotan Maju di Pilwali Tomohon 2020

”Melihat situasi Pilkada di Bali, kami optimis dengan kondisi sekarang ini, baik di Karangasem dan Bangli. Jembrana dan Tabanan juga bakalan banyak kejutan,” ujar Demer.

Melihat kader partai Golkar yang bakalan bertarung pada Pilkada serentak nanti, kata pria yang juga anggota DPR RI itu, secara hitung hitungan dari enam kabupaten/kota, pihaknya optimis sedikitnya dua daerah mampu bakal dimenangkan pasangan calon yang diusung partai pimpinan Airlangga Hartato itu.

Ditanya dua kabupaten/kota yang dimaksud, Demer tidak menjawab tegas. Hanya saja dari apa yang disampaikan politikus yang dikenal punya loyalis militant itu, dua daerah yang dimaksud kemungkinan Karangasem dan Bangli.

Baca Juga: Ridwan Bae Minta Kader Golkar Kompak Dukung AJP Di Pilwali Kendari 2020

 

Di Bumi Lahar Karangasem, Golkar kemungkinan besar akan memberikan rekomendasi kepada calon incumbent IGA Mas Sumatri yang akan dipasangkan dengan salah satu kader Golkar.

Satu daerah lainnya adalah Bangli. Di Kota Dingin Bangli, Golkar kemungkinan akan merekomendasi adik bupati Bangli I Made Subrata yang akan diduetkan dengan mantan ketua DPC PDIP Bangli Ngakan Made Kutha Parwatha alias Gus Dek. Subrata yang asal Kintamani diyakini bisa mendulang suara maksimal karena hampir 50 persen lebih pemilih Bangli berasal dari Kintamani.

Selain itu, peran sang kakak bupati Made Gianyar yang “bermain di dua kaki” juga menguntungkan posisi Subrata. Suara Subrata akan didongkrak oleh Ngakan Kutha Parwatha alias Gus Dek yang dikenal punya loyalis militan.

Baca Juga: Prabasa Anantatur Sebut Golkar Kalbar Segera Matangkan Nama-Nama Calon Kepala Daerah

Optimisme yang dilontarkan Demer juga tidak lepas dari proses penjaringan di Partai Golkar yang bebas mahar. ”DPP fokus kepada pemenangan karena tidak ada mahar,” ujar Demer.

Menurutnya, tidak adanya mahar, menandakan bahwa Partai Golkar merupakan partai paling demokratis dalam pilkada ini. Lebih jauh menurut Demer, dengan tanpa mahar tersebut penetapan rekomendasi pasangan calon dipastikan sangat obyektif. ”Partai Golkar sendiri akan penuh tanggung jawab terhadap mekanisme atau tahapan yang bakal diikuti oleh kandidat,” sebutnya.

Ketika ditanya, bagaimana jika kader Golkar ditarik oleh dua partai yang berbeda sebagai calon wakil bupati, Demer menjawab diplomatis. Menurutnya, Golkar bakalan mengusung satu calon yang ditetapkan lewat rekomendasi. ”Tidak ada istilah dua calon, kami tetapkan satu,” tegasnya kompak ketika didampingi tim pemenangan pilkada Bali Made Dauh Wijana. {www.balipuspanews.com}

fokus berita : #Gde Sumarjaya Linggih


Kategori Berita Golkar Lainnya