13 Januari 2020

Berita Golkar - Partai Golkar tengah melangsungkan survei untuk menguji potensi kandidat kepala daerah di sebelas kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Sementara di Kabupaten Gowa, Golkar tidak menggelar survei karena tidak ada kandidat yang jadi peserta.

Ketua Tim Penjaringan DPD I Partai Golkar Sulsel Kadir Halid mengatakan, survei digelar untuk mengetahui peluang kandidat di masing-masing daerah. Mereka yang disurvei adalah peserta penjaringan yang sudah melalui tahapan wawancara dan uji kompetensi.

Baca Juga: Survei LSI Untuk Pilbup Bandung Dari Golkar, Dadang Supriatna Unggul

“Gowa kita tidak ikutkan survei. Tidak ada yang ikut tahapan (penjaringan), jadi nanti di belakang kita lihat bagaimana,” kata Kadir Halid di Makassar, Senin (13/1).

Enam Kandidat Sempat Mendaftar di Gowa

Partai Golkar tidak melanjutkan proses penjaringan kandidat kepala daerah di Gowa karena tidak ada peserta. Ada enam orang yang sempat mendaftar, namun belakangan tidak ada satu pun yang ikut tahapan penjaringan.

Mereka yang sempat mendaftar itu adalah Hasan Hasyim, Kaharuddin Daeng Bombong, Nurhikmah Olla Daeng Cora, Darmawangsa Muin, Ria Effendy, dan Sugianto Pattanegara.

Baca Juga: Janji Azis Syamsuddin Beri Dukungan Golkar Untuk Zaiful Bokhari Di Pilkada Lamtim 2020

Kadir menyatakan situasi di Gowa akan dilaporkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar. Penentuan kandidat yang bakal didukung di pilkada, bakal diserahkan ke pusat.

“Kita akan lihat perkembangannya. Kita sampaikan ke DPP, tidak ada yang ikut tahapan. Nanti di belakang itu,” ucap Kadir.

Golkar Gunakan Tiga Lembaga Survei

Pada survei kandidat, Golkar Sulsel menggandeng tiga lembaga riset dan konsultan politik. Mereka yang turun ke setiap daerah untuk menggali potensi kandidat, termasuk popularitas dan elektabilitas.

Baca Juga: Artha Dipa Permalukan Partai, Tjokorda Pemecutan Minta Golkar Bali Selektif

Sejauh ini, survei sudah rampung pada empat dari sebelas daerah. Pekan ini, survei dilanjutkan pada empat daerah lain. Hasil survei bakal diserahkan ke DPP sebagai pertimbangan untuk menunjuk bakal calon yang didukung di pilkada.

“Kita rampungkan survei sampai minggu keempat Januari, karena paling lambat minggu pertama Februari kita bawa ke Jakarta. Nanti dirapatkan di tim pleno pilkada pusat, bersama hasil wawancara dan uji kompetensi,” Kadir menerangkan.

Penjaringan Kandidat Digelar Dalam Sejumlah Tahapan

Kandidat kepala daerah yang ikut penjaringan di Partai Golkar wajib mengikuti sejumlah tahap seleksi. Di antaranya tes wawancara dan uji kompetensi yang digelar oleh DPD tingkat provinsi.

Sebelumnya, Tim 9 pada penjaringan kandidat Golkar menguji 43 orang pendaftar dari 12 daerah. Saat itu para kandidat diuji dengan menggandeng tim pakar dari perguruan tinggi. {sulsel.idntimes.com}

fokus berita : #Kadir Halid


Kategori Berita Golkar Lainnya