14 Januari 2020

Berita Golkar - Ketua DPD II Golkar Bontang, Neni Moerniaeni menyatakan beberapa partai politik siap merapat ke gerbong koalisi pihaknya menghadapi Pilkada Bontang tahun 2020. Secara terang-terangan Neni menyebut beberapa partai yang berpotensi kuat masuk ke dalam koalisi. Seperti PKS, Hanura, Nasdem, Gerindra, dan PAN. 

"Insha allah juga diusung PKS, insha allah Hanura, insha allah Nasdem, insha allah Gerindra, dan insha allah PAN. Semua tergantung risho allah SWT," ungkapnya di hadapan 8 bacalon wakil walikota yang daftar di penjaringan Partai Golkar Bontang beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Golkar Gagal Jaring Seorang Pun Calon Bupati di Gowa

Saat ini Golkar yang mengusung bacalon walikota tunggal di Pilkada serentak 2020, masih terus intens melakukan komunikasi politik ke beberapa parpol. Ditambah lagi pada saat penyampaian visi-misi dan program, perwakilan partai turut menghadiri kegiatan partai belambang pohon beringin tersebut.

"Ya, dengan datangnya mereka. Mereka mendukung. Tinggal nanti akhirnya (SK) dari DPP (masing-masing)," tuturnya.

PKS bisa Merapat ke Kubu Adi Darma - Basri Rase

Kader maupun tokoh Partai Keadilan Sejahtera (PLS) tak ikut dalam penjaringan bacalon Wawali Partai Golkar. Bahkan PKS bisa merapat ke kubu Adi Darma-Basri Rase. Kader maupun tokoh Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) tidak mengikuti penjaringan Bacalon Wakil Walikota Bontang Partai Golkar.

Dari 8 nama kandidat yang resmi mendaftar, tak satu pun kader atau tokoh PKS berpartisipasi. Padahal sebelum dibukanya penjaringan, Ketua Golkar Bontang melakukan pertemuan khusus dengan pengurus PKS tingkat kota hingga provinsi di Samarinda.

Baca Juga: Sambangi Rusli Habibie, Ini Yang Didiskusikan Nelson Pomalinggo

Apakah komunikasi politik PKS-Golkar Bontang menemui jalan buntu. Saat dikonfirmasi, Ketua DPD PKS Bontang M Haris Anshori membenarkan tak ikutnya kader atau tokoh PKS pada penjaringan Partai Golkar Bontang.

Lebih lanjut ia menegaskan, belum ada kesepakatan politik apa pun pasca mereka melakukan pertemuan khusus di Samarinda.

Bahkan ia kembali menyinggung wacana poros ketiga di Pilkada dengan Partai Gerindra, yang sebelumnya sempat dideklarasikan. "Waktu ketemu Gerindra itu, kan, sudah menyatakan poros ketiga. Kalau PKS daftar gak jadi poros ketiga. Kita belum ada kesepakatan macam-macam dengan Golkar," ungkapnya.

Baca Juga: Golkar Buka Peluang Usung Kader Perempuan di Pilkada Pasuruan 2020

Peluang terbangunnya koalisi Golkar-PKS semakin kecil, dengan sikap PKS yang tak ikut terlibat dalam proses Penjaringan Bacalon Wawali Partai Golkar. Namun, Anshori mengamini bahwa tak ada yang tak mungkin dipolitik. Semua kemungkinan masih bisa terjadi.

"Potensi itu mungkin terjadi. Pendaftaran calon di KPU masih lama, bulan Juni 2020. Potensi perubahan bisa saja terjadi. Nanti kita lihat kondisi di lapangan, masih dinamis dinamikanya saat ini," ungkapnya.

Bahkan Anshori berani menyebut bisa saja PKS merapat ke kubu Adi Darma-Basri Rase di Pilkada. "Nanti kita lihat, dimana posisinya. Karena potensi juga sangat besar," ucapnya.

Baca Juga: Survei LSI Untuk Pilbup Bandung Dari Golkar, Dadang Supriatna Unggul

PKS mengaku sudah menyiapkan jawaban, jika media mempertanyakan sikap PKS yang tak turut terlibat di penjaringan Bacalon Wawali Partai Golkar. "Kalau PKS di kubu pak Adi, lalu head to head akan menarik Pilkada. Kalau di kubu bu Neni, pekerjaan timsesnya akan semakin ringan.

Tinggal PKS menentukan langkah kakinya kemana," umbarnya saat menjabarkan beberapa pandangan pengamat politik yang mereka yakini. {kaltim.tribunnews.com}

fokus berita : #Neni Moerniaeni


Kategori Berita Golkar Lainnya