15 Januari 2020

Lebih Tinggi Dari PDIP, Ahmad Doli Kurnia Sebut Golkar Kaji Ambang Batas Parlemen 7,5 Persen

Berita Golkar - Partai Golkar mendorong penyederhanaan partai politik di parlemen. Partai sepakat menaikkan ambang batas parlemen (parlementary treshold).

"Kami sedang mengkaji kemungkinan parlementary treshold di sekitar 7,5 persen. Kalau PDI Perjuangan 5 persen, kita mungkin lebih cenderung lebih tinggi," ucap politikus Golkar Ahmad Doli Kurnia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Januari 2020.

Doli menuturkan kajian merujuk pengalaman Indonesia dalam penyelenggaraan pemilu. Dia menilai perlu ada kenaikan ambang batas parlemen secara signifikan.

Baca Juga: Bamsoet Minta Ambang Batas Parlemen Naik Jadi 6-7 Persen

 

"Ya mulai dari 2,5 persen; 3,5 persen; sampai sekarang 4 persen; tentu kalau kita berkomitmen untuk itu (penyederhanaan parpol), kita harus meningkatkan nanti ke depan," kata Doli.

Partai berlambang pohon beringin itu telah memetakan lima pemilu berlangsung sukses. Pemetaan berdasarkan aspirasi dan kekuatan politik masyarakat.

Doli mencontohkan kekuatan politik nasionalis seperti Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Demokrat dan Partai Hanura. Sementara politik nasionalis terbagi menjadi nasionalis eksklusif atau partai agama.

"Kalau dilihat dari konfigurasi itu, saya kira memang parlementary treshold kita harus ditingkatkan untuk menuju pada penyederhanaan parpol," kata dia.

Baca Juga: Dave Laksono Nilai Wacana Ambang Batas Parlemen Lima Persen Itu Realistis

PDI Perjuangan menyuarakan kenaikan ambang batas parlemen dalam Rapat kerja nasional (Rakernas). Partai berlambang banteng moncong putih itu mengusulkan ambang batas naik dari 4 persen menjadi 5 persen.

PDI Perjuangan juga ingin mengubah district magnitude (besaran daerah pemilihan) menjadi 3-10 kursi untuk DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota dan 3-8 Kursi untuk DPR RI. Hal ini dinilai buat menyederhanakan sistem kepartaian.

"Itu dalam rangka mewujudkan presidensialisme dan pemerintahan efektif dan penguatan serta penyederhanaan sistem kepartaian serta menciptakan pemilu murah," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. {www.medcom.id}

fokus berita : #Ahmad Doli Kurnia