17 Januari 2020

Berita Golkar - Bupati Karanganyar, Juliyatmono belum berhasrat mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Tengah (jateng) yang masih beberapa tahun lagi.

"Tidak sama sekali, dan terlalu luas," ujar Juliyatmono Juliyatmono saat Dikusi Kamisan Mewah di gedung Tribunnews Solo, Jalan Adi Soemarmo, Kecamatan Klodran, Karanganyar kepada TribunSolo.com, Kamis (16/1/2020).

Spekulasi orang nomor satu di Bumi Intanpari untuk 'meloncat' dalam Pilkada Jateng 2023 berkembang lantaran dirinya cukup vocal menggelindingkan usulan Provinsi Solo Raya sehingga viral. "Itu belum menjadi pilihan saya dan tidak terpikir ke sana," imbuhnya menekankan.

Baca Juga: Jelang Pilkada Luwu Timur 2020, Thorig Husler Makin Percaya Diri

Ia menilai posisi orang nomor satu se-Jawa Tengah itu kurang strategis dan akan menguras keringatnya. "Kurang strategis saja karena yang lebih detail itu di kabupaten, di samping luas wilayah kaya begitu, betapa capeknya," terang Juliyatmono.

Juliyatmono menekankan ia belum terpanggil menduduki kursi Gubernur Jawa Tengah yang saat ini dipegang oleh Ganjar Pranowo. Adapun Ganjar Pranowo merupakan satu daerah Karanganyar dengan Juliyatmono, meskipun beda partai.

Ganjar merupakan politisi PDIP, sementara Juliyatmono Partai Golkar. "Saya tidak berinisiatif, belum terpanggil kesana, tidak menggagas ke sana," ucapnya.

Baca Juga: Jadi Ketua DPP, Andi Rio Idris Padjalangi Siap Bekerja Untuk Partai

Juliyatmono juga membantah wacana pembentukan Provinsi Solo Raya yang digembar-gemborkan selama ini sebagai representasi keinginannya menjadi gubernur.

Wacana tersebut bertujuan untuk memberikan ruang berkembang kepada anak muda. "Tidak pernah sedikit pun, saya punya niatan, ambisi menjadi gubernur," tutur Juliyatmono.

"Itu untuk anak-anak muda, mereka punya peluang dan ruang luar biasa kompetitif untuk bisa lebih hebat lagi," pungkasnya. {solo.tribunnews.com}

fokus berita : #Juliyatmono #Ganjar Pranowo


Kategori Berita Golkar Lainnya