18 Januari 2020

Berita Golkar - Golkar masih cukup optimistis dapat mengusulkan kader internalnya di Pilwali Surabaya 2020. Di dalam pembicaraan lintas partai politik, Golkar akan menempatkan kadernya minimal di kursi wakil wali kota. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Surabaya, Arif Fathoni.

”Partai Golkar melalui Ketua DPD Golkar Surabaya (Blegur Prijanggono) telah menggulirkan semangat bahwa di 2020 saatnya Golkar memiliki pemimpin di Surabaya,” kata Arif ketika dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (18/1/2020).

Baca Juga: Wujudkan Kota Hadist, Golkar Dukung Pemkot Bengkulu Basmi Warung Remang-Remang

Menurutnya, pada Pilkada Surabaya 2020, sudah saatnya Golkar mencalonkan kadernya sendiri. ”Karena politik itu seni kemungkinan, Golkar ingin (kadernya) jadi pemimpin, minimal menjadi wakil wali kota,” tegasnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, pihaknya telah menempuh sejumlah upaya. Di antaranya, konsolidasi internal partai mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan. ”Langkah pertama yang kami lakukan adalah konsolidasi internal untuk menyiapkan mesin partai,” terang pria yang juga menjabat Ketua Fraksi di DPRD Surabaya ini.

Kedua, melakukan komunikasi politik lintas partai. Sebab, Golkar yang baru memiliki lima kursi di DPRD Surabaya memerlukan tambahan lima kursi untuk melengkapi syarat pencalonan di Surabaya (minimal 10 kursi DPRD Surabaya). ”Komunikasi lintas partai menjadi penting karena kami tidak bisa mengusung calon sendiri,” terang Arif.

Baca Juga: Sesuai Perda dan Perwali, Wahid Yusuf Dukung Dishub Tertibkan Parkir Sejalan

Selain komunikasi dengan kader di daerah dan partai lain, pihaknya juga menyiapkan kader terbaik. ”Kami juga memberikan kesempatan kepada calon potensial untuk rajin menyapa masyarakat. Sebab, rekomendasi yang diberikan DPP akan mempertimbangkan lembaga survey,” jelasnya.

Di dalam pembicaraan dengan partai lain maupun dengan DPP, pihaknya juga telah membawa tiga nama calon potensial. Satu di antaranya adalah KH Zahrul Azhar Asaad (Gus Hans), kader Golkar yang juga menjabat Wakil Ketua DPD Golkar Jawa Timur. ”Ada tiga nama yang kami usulkan. Satunya Gus Hans. Dua lainnya masih kami simpan,” katanya.

Pihaknya tak memungkiri bahwa nama Gus Hans menjadi kader potensial terkuat yang ada di partainya. ”Namun, kami masih menunggu rekomendasi akhir dari DPP. Selain kader, kami juga memiliki kriteria dari survey,” jelasnya.

Baca Juga: Bupati Karanganyar Juliyatmono Belum Berhasrat Gantikan Ganjar Pranowo, Ini Alasannya

Nama Gus Hans memang terus mengemuka dalam internal Golkar. Bahkan Plt Ketua DPD Golkar Jawa Timur yang juga menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Golkar, Zainudin Amali memberikan atensi khusus kepada Pengasuh Pondok Pesantren Queen Al Azhar Darul Ulum, Peterongan, Jombang ini.

”Beliau salah satu Calon Wali Kota Surabaya yang sudah mendaftar di Golkar Surabaya. Kami menerima informasi seperti itu,” kata ZA yang juga Plt Ketua DPD Golkar Jatim ini.

Namun, ZA kembali mengingatkan bahwa Gus Hans bukan satu-satunya nama yang berpeluang diusung partai berlambang pohon beringin ini. ”Meskipun hingga saat ini, belum ditentukan siapa yang diusung,” katanya. {surabaya.tribunnews.com}

fokus berita : #Arif Fathoni


Kategori Berita Golkar Lainnya