23 Januari 2020

Berita Golkar - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja ke Swiss. Airlangga menghadiri agenda tahunan World Economic Forum (WEF) Davos yang mengangkat tema 'Stakeholders for a Cohesive and Sustainable World'.

Airlangga ditunjuk sebagai panelis, kontributor dan menyampaikan remarks pada sejumlah sesi diskusi panel dalam rangkaian acara WEF Davos 2020.

Ketum Golkar itu menyampaikan lima prioritas pemerintah Indonesia pada periode kedua Pemerintahan Presiden Jokowi. Yakni, pengembangan sumber daya manusia, secara spesifik reformasi sistem pendidikan; pembangunan infrastruktur; penyederhanaan regulasi; penyederhanaan birokrasi; dan transformasi ekonomi.

Baca Juga: Bamsoet Nilai Tanpa Pokok-Pokok Haluan Negara, Pembangunan Nasional Tak Punya Arah

Selanjutnya, Menko Airlangga juga mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama dalam human capital development adalah upgrading the skills of the teachers.

Untuk itu, Pemerintah RI tengah melakukan pelatihan untuk sekitar 2 juta tenaga pengajar per tahun. Dalam konteks tersebut, Menko Airlangga mengundang dua perusahaan yang telah memiliki program human capital development, yakni Lego dan Infosys, untuk melakukan investasi di Indonesia. Terutama dalam pendirian skills training institutions.

Sebagai langkah konkret dalam menciptakan kolaborasi antara industri dan pemerintah. Pemerintah RI pada pertengahan tahun 2019 telah meluncurkan insentif Super Tax Deduction, melalui pengurangan penghasilan bruto 200-300% dari jumlah biaya yang dikeluarkan industri untuk kegiatan pengembangan vokasi dan pelatihan sertaresearch and development di Indonesia.

Baca Juga: Wakili Fraksi Golkar, Afrizal Dukung Interpelasi Gubernur Sumbar Soal Kunjungan Ke Luar Negeri

"Penguatan kerja sama antara pemerintah dan industri diharapkan dapat meningkatkan sistem pendidikan vokasi dan training serta mendorong research and development di Indonesia," ujar Menko Airlangga dalam sesi diskusi mengenai 'Future of Education: A New Agenda for Action', dalam siaran pers, Rabu (22/1).

Di lain kesempatan, Menko Airlangga juga menjadi panelis dalam acara Grab Private Lunch yang mengambil tema 'Technology as a Force for Good'.

Dihadiri pendiri Grab, Anthony Tan, Airlangga menekankan beberapa rencana Pemerintah RI untuk menciptakan ibu kota negara baru yang ramah lingkungan dan tech-friendly, seperti integrasi electric vehicle (EV) dan automatic vehicle (AV) sebagai alat transportasi utama.

Baca Juga: Pilkada Medan 2020, Eks Wakil Walikota Tanjungbalai Rolel Haharap Daftar di Golkar Sumut

Airlangga mengatakan, teknologi bermanfaat sebagai alat untuk leapfrogging guna mengimplementasikan Industri 4.0. Namun demikian, tantangan utama yang timbul adalah mengenai perlindungan informasi dan data.

Untuk itu, Pemerintah bertekad menjamin keamanan data masyarakat, salah satunya dengan menempatkan pusat pengelolaan data di Indonesia. Selain menjadi pembicara dalam sejumlah diskusi panel, Airlangga juga mengadakan pertemuan bilateral untuk membahas peluang kerjasama ekonomi.

Pertemuan bilateral yang diadakan Menko Airlangga di antaranya dengan Traveloka, Hyundai Motor, Menteri Ekonomi dan Perencanaan Arab Saudi, dan General Electric Global Growth Organization.

Baca Juga: Siak Kabupaten Layak Anak, Ketua DPRD Azmi Bingung Awal Tahun Sudah 6 Kasus Pencabulan Anak

Pada kesempatan yang sama, bersama dengan Menteri Kabinet Indonesia Maju yang hadir dalam WEF Davos 2020, Menko Airlangga melakukan pertemuan dengan Prof. Klaus Schwab, Founder and Executive Chairman WEF untuk membahas dukungan yang dapat diberikan WEF kepada Indonesia dan rencana pelaksanaan WEF on ASEAN yang akan dilaksanakan di Jakarta pada bulan Juni 2020.

Pada gelaran WEF Davos 2020, Pemerintah Indonesia juga membuka Indonesia Pavilion yang bertujuan untuk memperkuat country branding Indonesia serta mempromosikan peluang pada sektor-sektor unggulan dan prioritas nasional. {www.merdeka.com}

fokus berita : #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya