27 Januari 2020

Berita Golkar - Ketua Dewan Pakar partai Golkar, sekaligus ketua DPP Kosgoro Agung Laksono menekankan kepada pengurus partai Golkar untuk tidak ada lagi mahar politik di Pilkada. Menurutnya Pilkada 2020 mesti serius dihadapi Golkar untuk memenangkan Pemilu 2024.

Hal ini ditegaskan Agung Laksono saat membuka Musda Kosgoro 1975 di Pekanbaru Sabtu (25/1/2020) malam, menurutnya kedepannya harus dihindari semaksimal mungkin politik transaksional. "Yang perlu dilihat itu apa misi yang dibawa calon untuk kepentingan rakyat,"ujar Agung Laksono.

Baca Juga: Agung Laksono Ungkap Golkar Bakal Usung Ambang Batas Parlemen 5 Persen

Agung Laksono menambahkan tidak ada lagi penetapan bakal calon nantinya berdasarkan pertemanan dan perkoncoan, apalagi pakai mahar politik. "Jadi hindarkanlah hal itu, jangan sampai ada politik transaksional, kita harus mengusung kader sendiri yang berkualitas,"ujarnya.

Tentunya lanjut Agung Laksono semuanya berdasarkan hasil survei, ketika ada kader yang surveinya tinggi harus diusung untuk maju, semua kekuatan yang ada di partai Golkar menurutnya harus dikerahkan.

"Karena hasil survei itu menentukan, masyarakat menginginkan pemimpin seperti apa, jadi hasilnya itu saja untuk objektivitas," jelas Agung Laksono.

Baca Juga: Yod Mintaraga Ambil Formulir Pendaftaran Balon Bupati Tasikmalaya

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden ini juga mengharapkan untuk sembilan Pilkada di Riau, Golkar bisa memenangkan kadernya delapan Pilkada. "Tentu berharap dari sembilan itu delapan kita harus jadi, sanggupkah semuanya?, kita mesti siapkan yang terbaik sehingga berhasil," jelas Agung.

Sementara pada pertemuan Kosgoro Sabtu malam di Pekanbaru itu juga diperkenalkan sejumlah anggota Kosgoro yang juga kader Golkar akan maju di Pilkada di Riau.

Di antaranya, Indra Gunawan Eet di Pilkada Bengkalis, Adi Sukemi Pilkada Pelalawan, Ahmad Syah Harrofie di Pilkada Bengkalis, Indra Putra maju di Pilkada Kuansing, serta beberapa nama lainnya.

Baca Juga: Bamsoet Kirim Bantuan Banjir Ke Tempat Masa Kecilnya di Cililitan

Wakil ketua DPD I Golkar Riau Masnur pada kesempatan itu menyampaikan, untuk proses penjaringan di partai Golkar sendiri sudah mulai dilakukan ditingkat DPD II dari sembilan daerah tersebut. "Jadi nanti diplenokan di DPD II dan dibawa nama ke DPD I selanjutnya diplenokan untuk dibawa ke pusat," ujar Masnur.

Pihaknya juga akan memanggil nama-nama yang dianggap potensial maju tersebut untuk diwawancarai lebih dalam, terutama kader Golkar sendiri yang diutamakan untuk diusung.

Partai juga menurut Masnur sudah menetapkan lembaga survei yang akan menyurvei bakal calon, dari hasil survei inilah nantinya ditentukan siapa calon yang diusung partai di Pilkada.

Baca Juga: Tebang Ratusan Pohon di Monas, Fraksi Golkar DKI Tuding Anies Gegabah dan Kebablasan

"Jadi survei ini juga sebagai upaya agar tidak ada perpecahan di internal partai, akan kelihatan siapa yang layak diusung, sehingga tidak semua ngotot, dan bagi yang membelot sudah jelas akan disingkirkan," ujar Masnur. {pekanbaru.tribunnews}

fokus berita : #Agung Laksono #Masnur


Kategori Berita Golkar Lainnya